» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina


Diplomasi
16-12-2016
Jokowi Bertemu Rouhani Bahas Kerjasama Ekonomi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (14/12) menemui Presiden Hassan Rouhani di Teheran, Ibukota Iran untuk membahas kerjasama kedua negara di bidang ekonomi.


Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi yang ikut mendampingi Jokowi mengatakan, pada pertemuannya dengan Ketua Parlemen Iran Ali Larijani, disepakati untuk meningkatkan potensi kerja sama yang belum dimaksimalkan sepenuhnya, khususnya di bidang ekonomi.

“Ruang untuk meningkatkan kerjasama itu masih sangat banyak, terutama di bidang perdagangan,” kata Retno, demikian siaran pers Setkab yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Retno menyebutkan, pada tahun 2015, nilai perdagangan Iran – Indonesia hanya 300 juta dollar AS menurun dari nilai perdagangan pada tahun 2011 sebesar 1,8 miliar dollar AS. Oleh karena itu, kedua pemimpin sepakat melakukan langkah-langkah agar angka perdagangan itu meningkat.

Menurut Retno, ada beberapa cara yang dibahas untuk meningkatkan kerja sama perdagangan. Dalam kaitan ini, Retno mengungkapkan bahwa kedua pemimpin sepakat mencoba mendekatkan private sector kedua negara.

“Kita akan akan lihat apakah ada hambatan-hambatan dalam perdagangan yang dapat dikurangi atau diselesaikan. Kita juga berupaya melakukan diversifikasi perdagangan. Kita ingin meningkatkan ekspor di beberapa produk misalnya kertas, CPO, kopi, kakao. Banyak sekali produk Indonesia yang diekspor ke Iran,” katanya.

Retno mengatakan, Jokowi juga mencoba menjajaki peningkatan perdagangan tanpa pihak ketiga (direct trade) sehingga produk Indonesia dari segi harga akan kompetitif.

Selain membahas sektor ekonomi, juga dibahas terkait tindak lanjut kerja sama di bidang energi dan migas. “Kerja sama energi dan migas ini adalah super fokus. Kerja sama yang kita bahas tadi sangat konkret dan jelas,” demikian Retno LP Mrasudi.

Turut hadir mendampingi Jokowi, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Kepala BKPM Thomas Lembong dan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad.



Artikel Terkait
» Indonesia-Rumania Sepakat Perluas Kerja Sama Infrastruktur
» Kuba Berkomitmen Perkuat Hubungan Antar Masyarakat dengan Indonesia
» Dinamika Hubungan Internasional Rusia dan Negara Gulf Cooperation Council
» Berangkat ke Rusia, Erdogan Sebut Putin “Sahabatku”
» Pertemuan Trilateral Rouhani, Putin dan Aliyev Berlangsung



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Apakah Outcome Pilkada 2017 Bisa Eliminasi Korupsi Politik ?

Merajut Kebhinekaan dan Menangkal Radikalisme

Menguak Dibalik Kisah Kebenaran Cheng Ho dan Sejarah Islam Nusantara

Memberdayakan Mahasiswa Menghadapi Ancaman Global

Catatan Terkait Pilkada 2017

Memaksimalkan Relasi dengan "Saudara Tua"

Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Bela Negara adalah Kewajiban bagi Setiap Warga Negara Menyikapi Anarkisme (Geo) Politik Global

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »