» Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat » Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) » Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia » Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan


Kejahatan Transnasional
16-12-2016
Indonesia dan Cina Sepakat tak Beri Ruang Bagi Teroris

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) RI Wiranto mengatakan Indonesia dan Pemerintah Cina sepakat untuk tidak memberi ruang bagi teroris berkembang di negara masing-masing.


Hal itu disampaikan Wiranto saat menerima kunjungan Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xie Feng di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Jakarta, Kamis.

Cina menjelaskan bahwa masalah masyarakat Uighur sudah sedemikian cepat berkembang. Banyak warga Uighur yang dilatih ISIS di Suriah.

"Boleh jadi kemudian tatkala mereka (masyarakat Uighur yang berlatih dengan ISIS) kembali akan lewat Malaysia atau Indonesia kembali ke daerah mereka dan ini kita sepakat untuk tidak memberi ruang untuk mereka beraktivitas baik di Indonesia, Malaysia maupun di Tiongkok," ujar Wiranto.

Untuk itu, Indonesia dan Cina perlu mengantisipasi kemungkinan para warga Uighur yang terlibat dengan ISIS kembali ke negara asal agar tidak mengancam keamanan wilayah.

Pada Maret lalu, pasukan keamanan Indonesia membunuh dua orang etnis Uighur yang memiliki jaringan dengan kelompok militan Indonesia di Poso. Empat orang etnis Uighur dipenjara di Indonesia tahun lalu setelah mencoba bergabung dengan jaringan yang sama.



Artikel Terkait
» Densus 88 Kembali Tangkap 2 Terduga Teroris
» Kepala BNPT: Terorisme Butuh Penanganan Lintas Sektoral
» Perang Narkoba dan Putusan Vonis Hakim
» Rajut Hubungan Baik RI-Timor Leste Melalui Penanganan Trans National Crime
» Malaysia, Sarang Baru Perdagangan Narkoba di Asia Tenggara?



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Iran Tingkatkan Pembelian Minyak Sawit Indonesia

Myanmar Bantah terjadi Pembersihan Suku Rohingya

Ini Sikap AS Terkait Serangan Ke Suriah

China Kembalikan Batu Bara asal Korea Utara

Malala Utusan Perdamaian PBB untuk Pendidikan Perempuan

Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »