» Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat » Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) » Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia » Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan


Militer
20-12-2016
Komandan PMPP TNI Kunjungi Pasukan Garuda di Darfur Sudan

Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Brigjen TNI Achmad Marzuki mengunjungi Pasukan Garuda Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-B/Unamid (United Nations Mission In Darfur) atau Indonesian Battalion (Indobatt-02), yang sedang bertugas menjaga perdamaian dan keamanan di Darfur, Sudan.


Kunjungan kerja yang berlangsung selama tiga hari tersebut (17-19 Desember 2016), bertujuan melihat kegiatan seluruh personel Satgas Konga XXXV-B/Unamid secara dekat, serta guna mengecek kesiapan Satgas dalam melaksanakan tugas pokok sebagai pasukan perdamaian di daerah misi.
 
Pada kunjungannya, Komandan PMPP TNI berkesempatan memberikan Jam Komandan kepada seluruh personel Satgas. Dalam pesannya beliau menekankan, agar tiap-tiap personel menjaga kekompakan, tetap semangat, jangan pernah mengeluh dan selalu tunjukkan yang terbaik. Pasalnya, Pasukan Garuda merupakan orang-orang pilihan dan terbaik yang dimiliki oleh negara sehingga dapat dikirim menjadi pasukan penjaga perdamaian dan keamanan dunia.
 
“Saya sangat berterimakasih kepada kalian (Satgas Indobatt-02) karena kalian masih  semangat memasuki bulan kesembilan penugasan. Pesan saya jaga semangat dan kekompakan diantara kalian, jangan pernah mengeluh dan selalu tunjukkan yang terbaik karena hanya prajurit pilihan yang dapat menjadi Pasukan Garuda,” kata Brigjen TNI Achmad Marzuki. (TGR07/PTNI
 



Artikel Terkait
» Jelang Hari Kemerdekaan RI, Pasukan Garuda kunjungi Sekolah di Darfur
» Dansatgas Indobatt: Prajurit Garuda Dekat Dengan Warga Lokal di Darfur
» TNI Gelar Pengobatan Massal Gratis di Darfur Barat
» Satgas Indobatt Bantu Warga Lokal di Darfur Barat



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Iran Tingkatkan Pembelian Minyak Sawit Indonesia

Myanmar Bantah terjadi Pembersihan Suku Rohingya

Ini Sikap AS Terkait Serangan Ke Suriah

China Kembalikan Batu Bara asal Korea Utara

Malala Utusan Perdamaian PBB untuk Pendidikan Perempuan

Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »