» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina


Diplomasi
23-12-2016
Indonesia-Jepang Bentuk Forum Maritim

Indonesia dan Jepang menandatangi Memorandum Kerjasama Pembentukan Forum Maritim Indonesia Jepang di Tokyo, Rabu (21/12/16). Pembentukan forum itu terjadi saat kunjungan kerja Menko Maritim, Luhut B. Panjaitan, ke Jepang.


Seperti yang dikutip dari laman kemeterian luar negeri, forum ini bertujuan untuk memperkuat dan mempercepat kerjasama maritim kedua negara antara lain di bidang keamanan dan keselamatan maritim, pembangunan ekonomi termasuk infrastruktur dan konektivitas Maritim, pelatihan dan pendidikan serta bidang lain yang strategis bagi kedua negara.

"Diharapkan kedepan melalui pembentukan forum ini, Indonesia dan Jepang dapat segera mewujudkan berbagai kerjasama konkrit kemaritiman kedua negara baik secara bilateral dan sekaligus memberikan sumbangan nyata bagi upaya menciptakan dan menjaga stabilitas, perdamaian dan keamanan di kawasan," seperti dikutip laman kemlu tersebut.

Dalam kunjungan ini, Luhut, juga melakukan serangkaian pertemuan dengan kalangan investor Jepang yaitu INPEX, Sumitomo Corp., Taisei Corp., Chiyoda Corp., Teijin Limited, Marubeni Corp. dan Sumitomo Mitsui Banking Corp. Kunjungan tersebut untuk membahas berbagai kerjasama infrastruktur seperti Pelabuhan Patimban, kereta api cepat Jakarta-Surabaya serta kerja sama strategis dengan Jepang di kawasan Sabang, Natuna, Morotai, dan Maluku.

"Disamping itu, Menko Maritim  telah melakukan pertemuan penting dengan pejabat tinggi Pemerintah Jepang, membahas hubungan bilateral kedua negara, yaitu Menlu Jepang Fumio Kishida, Menteri MLIT (Land, Infrastructure, Transport and Tourism) Keiichi Ishii, Menteri METI (Economy, Trade and Industry) Hiroshige Seko, dengan politisi senior Toshihiro Nikai sebagai Sekjen Partai LDP dan Ketua Persahabatan Parlementer Indonesia-Jepang, dan Mantan Perdana Menteri Yasuo Fukuda sebagai Japan-Indonesia Friendship Society."  (TGR07/Kemlu)




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Apakah Outcome Pilkada 2017 Bisa Eliminasi Korupsi Politik ?

Merajut Kebhinekaan dan Menangkal Radikalisme

Menguak Dibalik Kisah Kebenaran Cheng Ho dan Sejarah Islam Nusantara

Memberdayakan Mahasiswa Menghadapi Ancaman Global

Catatan Terkait Pilkada 2017

Memaksimalkan Relasi dengan "Saudara Tua"

Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Bela Negara adalah Kewajiban bagi Setiap Warga Negara Menyikapi Anarkisme (Geo) Politik Global

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »