» Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat » Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) » Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia » Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan


Sosial Budaya
25-12-2016
Hotel Novita Jambi Ditutup Sementara

Karopenmas Polri Kombes Pol Rikwanto mengungkapkan hotel Novita di Jambi telah ditutup sementara sejak Jumat (23/12) malam. Penutupan tersebut diberlakukan atas instruksi Gubernur Zumi Zola. Sang gubernur belum memberikan batas akhir waktu penutupan hotel bintang empat di jantung kota Jambi tersebut.


Terkait penutupan hotel Novita, Rikwanto membenarkan informasi tersebut. Ia menjelaskan saat ini sudah tidak ada aktivitas di hotel Novita. "Sekarang sedang dilangsungkan proses pemeriksaan," ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Sabtu (24/12).

Pada Jumat malam, warga Jambi ramai mendatangi hotel Novita yang terletak di Jalan Gatot Subroto No. 44, Pasar Jambi, Kota Jambi, itu. Mereka melancarkan protes keras terkait penggunaan lafaz Allah sebagai bagian dari dekorasi natal. Lafaz Allah yang tersusun menggunakan batu koral putih itu berada di bagian pekarangan miniatur gereja.



Artikel Terkait
» Tim Badan Geologi Tinjau Lokasi Gempa Aceh
» Hukuman Unik bagi Pencuri Pada Suku Boti di Timor Tengah Selatan
» Persatuan Kerajaan dan Kesultanan Nusantara (Sebuah Catatan dari Festival Keraton Nusantara X Kutawaringin Pangkalanbun Kalteng)
» Api dan Air di Atas Danau Limboto, Karya Kritis Seniman Indonesia dan Rusia



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Iran Tingkatkan Pembelian Minyak Sawit Indonesia

Myanmar Bantah terjadi Pembersihan Suku Rohingya

Ini Sikap AS Terkait Serangan Ke Suriah

China Kembalikan Batu Bara asal Korea Utara

Malala Utusan Perdamaian PBB untuk Pendidikan Perempuan

Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »