» Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat » Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) » Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia » Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan


Militer
28-12-2016
Militer Cina
Awal 2017, Cina Berencana Luncurkan Kapal Induk Kedua

Pantuan  citra satelit mengungkapkan kemajuan militer Cina dalam membuat kapal induk baru generasi kedua, Project Type 001A. Kapal induk Type 001A ini diprediksi akan diluncurkan segera setelah awal 2017.


Namun, pada awal Desember lalu, kementerian pertahanan Cina memastikan bahwa Cina memang sedang membangun kapal induk kedua namun tidak memastikan waktu peluncurannya. Dikatakan kementerian pertahanan, program kapal induk itu adalah rahasia negara.

Konstruksi pembuatan kapal induk ini dimulai di Dalian New Shipbuilding Heavy Industry, di provinsi timur laut Liaoning pada awal tahun 2015 dan sejak itu terus dibangun dengan langkah cepat.

Citra satelit ini diperoleh dari mitra stratfor.com yang menunjukkan bahwa proyek ini adalah konstruksi modular, di mana bagian kapal yang dibangun secara terpisah dan kemudian dipasang bersama-sama. Dengan cara ini memungkinkan waktu pembangunan menjadi lebih pendek dan fleksibilitas yang lebih besar.

Pentagon dalam laporannya pada tahun lalu mengatakan, Beijing mampu membangun sejumlah kapal induk dalam waktu 15 tahun ke depan.

Program kapal induk Cina adalah inti dari strategi Cina untuk memproyeksikan kekuatannya sebagai kekuatan angkatan laut global.

Kapal induk ini tidak hanya memberikan prestise bagi militer Beijing, tetapi kapal ini juga akan berperan dalam mengamankan jalur penting pasokan luar negeri Cina. Untuk saat ini, program yang kapal induk Cina masih dalam tahap awal, namun Beijing berencana meluncurkan setidaknya tiga kapal induk. (TGR07)

baca juga: Kapal Induk Cina Liaoning Masuki Wilayah Laut Cina Selatan



Artikel Terkait
» Cina, Negara Eksportir Senjata Terbesar Ketiga di Dunia
» Cina Perkuat Hubungan Militer dengan Iran
» Cina-India Bahas Perluasan Kerjasama Militer
» Berkunjung ke China, Panglima TNI Bahas Kerjasama Militer



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Iran Tingkatkan Pembelian Minyak Sawit Indonesia

Myanmar Bantah terjadi Pembersihan Suku Rohingya

Ini Sikap AS Terkait Serangan Ke Suriah

China Kembalikan Batu Bara asal Korea Utara

Malala Utusan Perdamaian PBB untuk Pendidikan Perempuan

Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »