» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Eropa
04-01-2017
Dubes Inggris untuk Uni Eropa Mengundurkan Diri

Financial Times, Selasa, dalam laporannya menyebut bahwa Duta besar Inggris untuk Uni Eropa (EU), Sir Ivan Rogers, telah mengundurkan diri dari posisinya di Brussel.


Rogers ditunjuk pada 2013 oleh perdana menteri David Cameron. Ia menjalankan tugas sebagai wakil tetap Inggris untuk EU.

Rogers diharapkan bisa memainkan peran kunci dalam perundingan Brexit, yang diperkirakan akan dimulai dalam beberapa bulan setelah pengganti Cameron, Theresa May, mulai mendorong proses pemisahan Inggris dari Uni Eropa pada Maret.

Sebenarnya Rogers berencana mundur dari jabatannya di Brussel menjelang akhir tahun ini namun Rogers memutuskan untuk melakukannya lebih cepat "setelah ketegangan dengan Downing Street (kantor perdana menteri, red)," seperti yang dilansir Financial Times.

Sementara itu, Politico Europe, surat kabar mingguan yang berpusat di Brussel, dalam laporan singkatnya Selasa mengatakan, Rogers menghadapi kritik setelah "melalui kebocoran di BBC terungkap bahwa ia memperkirakan kesepakatan baru perdagangan dengan Inggris pasca-Brexit akan memakan waktu setidaknya 10 tahun."

Departemen Luar Negeri dan Persemakmuran di London mengatakan pihaknya pada saat ini tidak akan memberikan komentar soal pengunduran diri Rogers.

Rogers secara umum memiliki tanggung jawab atas kantor perwakilan serta mewakili Pemerintah Inggris pada pertemuan-pertemuan mingguan yang digelar oleh Komite Perwakilan Tetap dalam Dewan Uni Eropa.

Komite tersebut menangani masalah politik, keuangan, peradilan, ketertiban dan kebijakan luar negeri. (TGR07/ANT)

 




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »