» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina


Sosial Budaya
08-01-2017
Di Kupang, Enam Rumah Ibadah Dibangun Satu Lokasi

Pemerintah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) membangun enam rumah ibadah di satu lokasi di Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang yang kemudian dinamakan Kampung toleransi.


"Sebagai Kepala daerah tentu saya merasa bangga karena rencana pembangunan enam rumah ibadah di satu lokasi ini bisa terwujud setelah sebelumnya ada masalah pembebasan lahan," kata Bupati Kupang Ayub Titu Eki kepada wartawan di Kupang, Sabtu (7/1), sebagaimana dilansir Antara.

Hal ini disampaikannya usai melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan rumah ibadah untuk enam agama itu bersama Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, serta sejumlah tokoh dari enam agama itu.

Enam rumah ibadah yang akan dibangun secara berdampingan tersebut yakni untuk Agama Katolik, Kristen Protestan, Islam, Hindu, Budha serta Konghucu.

Ia menilai pembangunan enam rumah ibadah tersebut merupakan perekat untuk menjalin keharmonisan serta toleransi antarumat beragama yang sudah terjalin dengan sangat baik selama ini di daerah itu.

"Saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah ambil bagian dalam rencana awal pembangunan kampung toleransi ini," ujarnya.

Ketua Panitia Pembangunan Kampung Toleransi Anselmus G Djobo mengatakan pembangunan Kampung Toleransi itu bertujuan untuk memperat nilai-nilai persaudaraan dan kerukunan antarumat beragama karena masyarakat beraktivtias dan beribadah dalam kompleks yang sama.

"Kita ingin agar nilai-nilai kerukunan dan persaudaraan tetap dipupuk dan selalu terjaga erat melalui aktivitas sehari-hari," kata Anselmus yang juga penggagas pembangunan Kampung Toleransi itu.

Selain itu, lanjut dia, juga sebagai benteng pertahanan iman dari pengaruh-pengaruh ideologi tertentu yang akan memecah belah persatuan antarumat di daerah ini.

Menurutnya, Nusa Tenggara Timur berbatasan dengan negara Timor Leste dan Australia oleh karenanya pembangunan pertahanan tidak hanya diperkuat dari sisi militer namun juga sisi iman karena jika masyarakat sudah hidup rukun secara bersama-sama akan sulit dipengaruhi.



Artikel Terkait
» Hotel Novita Jambi Ditutup Sementara
» Tim Badan Geologi Tinjau Lokasi Gempa Aceh
» Hukuman Unik bagi Pencuri Pada Suku Boti di Timor Tengah Selatan
» Api dan Air di Atas Danau Limboto, Karya Kritis Seniman Indonesia dan Rusia



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi

Apakah Outcome Pilkada 2017 Bisa Eliminasi Korupsi Politik ?

Merajut Kebhinekaan dan Menangkal Radikalisme

Menguak Dibalik Kisah Kebenaran Cheng Ho dan Sejarah Islam Nusantara

Memberdayakan Mahasiswa Menghadapi Ancaman Global

Catatan Terkait Pilkada 2017

Memaksimalkan Relasi dengan "Saudara Tua"

Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »