» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina


Eropa
09-01-2017
Jerman Sedang Binasakan Uni Eropa
Sigmar Gabriel, Deputi Kanselir Jerman mengatakan, desakan Berlin untuk menerapkan kebijakan pengetatan ekonomi di Uni Eropa dapat memecah belah organisasi ini sehingga ancaman keruntuhannya tidak dapat dihindari.

Press TV, Sabtu (7/1) melaporkan, Sigmar Gabriel menjelaskan, langkah yang dilakukan Perancis dan Italia untuk memangkas anggaran negaranya, membawa dampak politik yang mungkin saja dapat memperkuat anasir-anasir sayap kanan ekstrem di negara itu.
 
Deputi Kanselir Jerman juga mengatakan bahwa para politisi sayap kanan ekstrem di Eropa menuntut agar negaranya keluar dari Uni Eropa.
 
"Jika ini terjadi, maka generasi mendatang Jerman akan mengutuk pemerintahan Berlin sekarang," ujarnya.
 
Sebelumnya Gabriel dalam wawancara dengan surat kabar Bild menuturkan, sebagian besar warga Jerman percaya bahwa kebijakan-kebijakan dan langkah pemerintah Berlin tidak akan mengakomodir tuntutan-tuntutan mereka.
 
Gabriel juga memperingatkan, dalam kondisi seperti ini, sayap kanan ekstrem mulai menarik perhatian lapisan-lapisan masyarakat yang tidak puas.
 
Menurutnya, partai-partai pembentuk pemerintahan koalisi tidak lagi cukup bersatu untuk mengelola sebuah negara seperti Jerman. 

Sumber :parstoday.com

 

Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi

Apakah Outcome Pilkada 2017 Bisa Eliminasi Korupsi Politik ?

Merajut Kebhinekaan dan Menangkal Radikalisme

Menguak Dibalik Kisah Kebenaran Cheng Ho dan Sejarah Islam Nusantara

Memberdayakan Mahasiswa Menghadapi Ancaman Global

Catatan Terkait Pilkada 2017

Memaksimalkan Relasi dengan "Saudara Tua"

Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »