» Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea » Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points » Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia » Berebut Kedaulatan Spratly, Memicu Ketegangan Baru di Asia Tenggara Pada Era Donald Trump » Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi


Amerika
09-01-2017
Obamacare adalah Sebuah Penipuan
Kebijakan Presiden Barack Obama untuk meningkatkan layanan kesehatan publik di AS, yang dinamakan Affordable Care Act, atau Obamacare, adalah sebuah bentuk “penipuan” yang gagal melayani warga miskin Amerika. Demikian kata Stephen Lendman, jurnalis dan analis politik di Chicago, dalam wawancara dengan PressTV, Kamis (5/01/17).

“Penyebab terbesar kebangkrutan di Amerika adalah biaya kesehatan yang sangat tinggi sehingga tak dapat dipikul oleh masyarakat. Itu masalahnya.” ujar Lendman.
 
“Obamacare tidak menyelesaikan masalah tersebut. Masyarakat memang medapatkan layanan kesehatan yang sebelumnya tak mereka dapatkan, tapi mereka harus membayar dengan sangat tinggi… Obamacare adalah sebuah penipuan.”
 
Pada Selasa lalu, pembuat kebijakan dari Partai Republik mengambil langkah awal untuk mencabut Obamacare. Hal itu menandakan bahwa penolakan kebijakan Obamacare adalah prioritas utama Partai Republik di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump mendatang.
 
Dalam beberapa cuitan di akun twitternya pada Selasa, Trump mengecam Ketua Senat Partai Demokrat Charles Schumer dan rekan-rekan politiknya yang bersumpah untuk mempertahankan Obamacare bahkan jika diserang oleh Partai Republik.
 
Sementara itu, Obama dilaporkan menemui anggota kongres Demokrat pada Rabu lalu untuk membuat strategi dalam rangka mempertahakan kebijakannya itu.
 
Pejabat dari Partai Republik sendiri mengaku mereka punya rencana lain untuk menggantikan Obamacare.
 
“Problem dari pejabat Republik ini adalah mereka mau mengganti sebuah sistem yang buruk dengan yang lebih buruk,” imbuh Lendman. Ia menilai, satu-satunya solusi untuk masalah ini adalah dengan mensubsudi layanan kesehatan bagi seluruh rakyat Amerika dan tidak lagi bekerjasama dengan perusahaan asuransi.

Sumber :liputanislam.com

 

Advance Search

   Isu Hangat »
Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia
Pada 2014 lalu, Global Future Institute sempat menyorot secara khusus etnis Tatar yang bermukim di Crimea. Waktu itu, beberapa tokoh etnis Tatar dari seluruh dunia berkumpul ...

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Lewat Sepucuk Surat Trump Cairkan Hubungan dengan China

Khayalan Tingkat Dewa, Komunis Bangkit Lagi

Pilkada: Untuk Rakyat atau Politisi

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Indonesia dan Korsel Bahas Kerjasama Bilateral

Uni Eropa akan Tetap Terapkan Sanksi kepada Rusia

Uni Eropa Diminta Tidak Ikuti Permainan Trump

Cinta dan Kebenaran

Rex Tillerson Dikukuhkan sebagai Menlu AS

Sekjen PBB Desak AS Cabut Larangan Masuknya Pengungsi Muslim

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »