» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina


Asia
11-01-2017
Kawasan Semakin Dinamis, Cina akan Terbitkan Kebijakan Keamanan di Asia Pasifik

Pemerintah Cina menilai kawasan Asia Pasifik akan terus menjadi fokus perhatian dunia. Pun Cina menilai dinamika geopolitik dan geostrategi di kawasan yang dinamis, maka Cina akan menerbitkan kertas putih kebijakannya terkait kerja sama keamanan di Asia Pasifik.


Wakil Menteri Luar Negeri Cina, Liu Zhenmin, dan juru bicara Kantor Informasi Dewan Negara China, Hu Kaihong, di Beijing, Rabu petang, menjelaskan kertas putih yang dimaksud.

Fokus Kawasan Asia Pasifik akan terus menjadi perhatian dunia, satu diantaranya adalah klaim tumpang tindih kawasan perairan hingga batas udara telah meningkatkan tensi ketegangan antarnegara di kawasan tersebut.

Bergesernya pendulum geopolitik dan geoekonomi dalam satu dekade lebih ke kawasan Asia, pun telah memaksa Amerika Serikat untuk menggeser kekuatannya ke kawasan dengan wilayah terluas dan berpenduduk terbanyak di dunia, sekaligus untuk menahan laju kekuatan militer China.

Kehadiran kapal selam Cina tiba di Kota Kinabalu, Malaysia, pada 3 Januari silam, sebagai bentuk "port visit" setelah melakukan misi di Teluk Aden dan Somalia, pun ditengarai terkait situasi di Laut Cina Selatan yang diklaim oleh beberapa negara ASEAN dan Tiongkok.

Namun Cina menegaskan kepada negara-negara ASEAN, bahwa persoalan di Laut Cina Selatan tidak akan pernah menjadi hambatan hubungan baik Cina dan ASEAN.

Menurut pemerintah Cina, isu Laut Cina Selatan, adalah persoalan antara Tiongkok Dan beberapa negara ASEAN, bukan persoalan antara Cina dan ASEAN. "Cina akan tetap komitmen menyelesaikan persoalan di Laut China Selatan secara bilateral, dan bersama-sama ASEAN menjaga stabilitas keamanan serta perdamaian di kawasan," jelas Liu.

Lebih lanjut dikatakan, Cina lebih mengedepankan pembangunan dan kerja sama dengan ASEAN serta tetap menyelesaikan beragam isu secara baik dan tepat, mendorong hubungan serta kerja sama yang lebih maju dengan ASEAN pun kerja sama Asia Timur. (TGR07/ANT)




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi

Apakah Outcome Pilkada 2017 Bisa Eliminasi Korupsi Politik ?

Merajut Kebhinekaan dan Menangkal Radikalisme

Menguak Dibalik Kisah Kebenaran Cheng Ho dan Sejarah Islam Nusantara

Memberdayakan Mahasiswa Menghadapi Ancaman Global

Catatan Terkait Pilkada 2017

Memaksimalkan Relasi dengan "Saudara Tua"

Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »