» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina


Eropa
11-01-2017
Mantan Presiden Jerman Roman Herzog Wafat

Mantan Presiden Jerman Roman Herzog, wafat pada usia 82 tahun. Informasi wafatnya Herzog tersebut disampaikan kantor kepresidenan negara Jerman pada Selasa (10/1/17).


Herzog, yang dikenang karena reformasi politik dan sosial di negaranya ini, meninggal dunia pada Selasa dini hari di sebuah rumah sakit di dekat kampung halamannya di negara bagian Baden-Wurttemberg sebelah barat daya, kata juru bicara seperti dilansir AFP.

Herzog, politikus konservatif regional dan kepala hakim di pengadilan konstitusi Jerman, menjabat sebagai kepala negara, sebuah posisi seremonial namun berpengaruh, dari 1994 hingga 1999.

Herzog dikenang karena kalimat "Jerman membutuhkan sentakan" dari pidatonya pada 1997 bertajuk “Menuju ke abad 21" ketika dirinya memperingatkan bahwa sebuah negara yang takut dengan perubahan akan tertinggal di dunia global.

"Ini untuk semua orang, semua orang harus berkorban, semua orang harus berpartisipasi," katanya kepada negara tersebut, satu tahun sebelum kanselir sayap kiri-tengah Gerhard Schroeder mengambil alih kekuasaan dan memberlakukan reformasi kesejahteraan dan tenaga kerja.

Angela Merkel, Kanselir Jerman memuji Herzog sebagai seorang "patriot: yang pernah bertugas di sejumlah posisi di negara tersebut dan "suka berterus terang, bersahaja, lucu, dan suka mengejek diri sendiri."

Herzog, yang lahir di bagian selatan negara bagian Bavaria dibesarkan di bawah rezim Nazi, juga lekat dengan tindakannya datang ke Polandia tak lama setelah dilantik sebagai presiden.  Herzog datang ke Polandia untuk meminta maaf atas pendudukan Jerman saat Perang Dunia II. Herzog datang ke Polandia pada hari peringatan ke-50 pemberontakan Warsawa pada 1944. (TGR07/ANT)



Artikel Terkait
» Jerman Sedang Binasakan Uni Eropa



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Menguak Dibalik Kisah Kebenaran Cheng Ho dan Sejarah Islam Nusantara

Memberdayakan Mahasiswa Menghadapi Ancaman Global

Catatan Terkait Pilkada 2017

Memaksimalkan Relasi dengan "Saudara Tua"

Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Bela Negara adalah Kewajiban bagi Setiap Warga Negara Menyikapi Anarkisme (Geo) Politik Global

Kaji Ulang Makna Globalisasi dan Implementasinya

China dan Rusia sepakat balas penempatan rudal AS di Korsel

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »