» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Sejarah Nusantara
15-01-2017
Edisi Peradaban Nusantara
Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia
Penulis : Daun Lontar Yogyakarta

Tak banyak yang mau menelisik mengapa raja-raja di Nusantara itu secara umum bergelar Raja/Penguasa Bumi atau Semesta.


Mari kita perhatikan gelar-gelar yang pernah digunakan oleh para Sultan atau Raja Nusantara kita:

1. Ratu/Raja Mangku-RAT (Palembang).
2. Sultan Tangka Alam Bagagar (Pagaruyung)
3. Sultan Natadiningrat (Cirebon)
4. Sultan Zhilullah fil Alam (Bima)
5. Sultan Hamengkubuwana (Yogyakarta)
6. Lambung Hamengkurat ( Banjar Kalimantan) dan seterusnya.

Dari hanya sedikit contoh gelar Sultan/Raja di Nusantara di atas jelas sekali terlihat adanya penggunaan kata "Rat" , "Buwana", "Alam" , dimana kata itu artinya adalah semesta atau dunia.

Sementara kata Hamengku, Amangku, Pagar, Zhilullah, Tangka, bermakna pemimpin, penjaga, pengayom, pelindung dan penyeimbang. Dengan demikian secara keseluruhan gelar Raja Nusantara itu bermakna seorang pemimpin, pengayom, pelindung alam, dunia.bumi atau semesta.

Raja-raja Nusantara yang bergelar pemimpin/pelindung dunia mengindikasikan bahwa centrum atau pusat nadi peradaban dunia itu adanya di Nusantara ini. Jika Nusantara hancur peradaban bangsa Nusantara maka saya yakin peradaban dunia juga akan hancur.

Ketika raja-raja Nusantara itu sudah tidak eksis, maka dalam konteks masa kini seorang raja adalah seorang presiden yang kini sedang memimpin di tanah Nusantara baik itu pemimpin Indonesia, Malaysia, Brunei, Thailand, dan seluruh rumpun bangsa Nusantara Mahawangsa jika para pemimpin itu sudah hilang marwahnya maka hancurlah peradaban bangsa Nusantara ini.

Sulit saya menemukan gelar Raja-raja di dunia sebagaimana yang dimiliki oleh Raja-raja Nusantara ini. Lihat saja gelar Raja Belanda yang bergelar "Oranye Nassau" dan itu tidak memiliki kaitan dengan kata dunia demikian halnya Raja atau Ratu Inggris yang bergelar "Duke" yang juga tidak memiliki makna dunia.

Untuk itu berbanggalah menjadi bangsa Nusantara karena ia adalah centrum atau pusat raja-raja dan peradaban Dunia.

Note: mohon maaf bagi warga serumpun yang lain seperti Malaysia dan Brunei saya tidak memberikan contoh raja-raja yang ada di negara Anda karena keterbatasan waktu saya.

Contoh:
Bendera kesultanan Aceh
dan Kesultanan Yogyakarta

 

 




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »