» Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah » Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina » Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif » Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat


Timur Tengah
27-01-2017
Dear Mr. Lavrov,

Di Syria, kami tak percaya lagi pada Turki sama sekali. Negara Anda, sedang mencoba 'menjinakkan' Turki dengan teknik tongkat dan wortel, namun Erdogan dan partai politiknya adalah pihak yang tak bisa dipercaya.

Di Syria, kami menganggap Ikhwanul Muslimin adalah organisasi teroris, begitu juga Erdogan, yang kami anggap sebagai teroris dan penjajah.


Hal-hal yang bertolak-belakang senantiasa diucapkan Turki, karena mereka mencoba menyenangkan semua 'pihak'. Mencap Nusra sebagai organisasi teroris hanyalah propaganda Turki agar mereka 'tampak' sedang memerangi terorisme.

Nyatanya, petinggi Nusra seperti al-Muhaysini dan al-Jolani dengan bebas keluar-masuk Turki melalui daerah pedesaan Orom di Idlib. Apakah Anda tak mengetahuinya?

Jika pemerintah Turki memang benar-benar serius saat melabeli Nusra sebagai organisasi teroris, mengapa mereka tak menangkapi anggota Nusra yang berada di Turki?

Dear Mr. Lavrov,

Perang di Syria bukanlah hanya ditujukan kepada Syria. Negara kami tidak memulai perang ini, dan kami tak mendapat apapun darinya selain kematian dan kehancuran.

Pertempuran di Aleppo adalah salah satu pertempuran menuju Moskow, St. Petersburg dan kota lainnya di Rusia, dan saya yakin Anda menyadarinya seperti kami.

Kami, menolak pipa gas Qatar demi melindungi negara Anda dan menyelamatkan ekonomi sekutu kami, Rusia. Melihat Anda begitu girang bekerjasama dengan Turki, membuat kami harus mengatakan, jangan sampai negara Anda, kembali ditipu oleh Erdogan.

Kami sangat menghargai seluruh upaya dan pengorbanan Rusia demi Syria, juga gugurnya serdadu Rusia di tanah kami demi membela saudara-saudara kami.

Jangan jadikan itu semua menjadi sebuah kesia-siaan.

~ Maytham al-Ashkar




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Pembentukan Citra Negatif Indonesia di Luar Negeri

Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif

ASEAN-Kanada Sepakat Perkuat UMKM dan Lindungi Pekerja Migran

Wikipedia segera Disaingi Ensiklopedia Daring China

Kuba Pasar Potensial bagi Amerika Serikat

Moon Jae-in Menjadi Presiden ke-19 Korea Selatan

Warga Korsel Pilih Presiden Baru

GFI Ingatkan 5 Poin Pesan Panglima TNI

Wapres Buka Peringatan Hari Pers Sedunia 2017

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »