» Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea » Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points » Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia » Berebut Kedaulatan Spratly, Memicu Ketegangan Baru di Asia Tenggara Pada Era Donald Trump » Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi


Eropa
04-02-2017
Uni Eropa Diminta Tidak Ikuti Permainan Trump

Komisioner Uni Eropa (UE) Guenther Oettinger pada hari Jumat (3/2) mengimbau pihaknya tidak mengikuti permainan dari kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang sedang "memecah dan mengatur" UE.


"Pertama kita harus berhati-hati untuk tidak mengikuti permainan ini," katanya kepada saluran radio Deutschlandfunk.

Trump mengeluarkan serangkaian serangan mematikan pada Jerman, yang merupakan ekonomi terbesar di UE. Dia mengatakan UE menjadi "kendaraan" bagi kepentingan Jerman, dan memperkirakan lebih banyak negara anggota memilih meninggalkan blok tersebut layaknya Inggris pada Juni 2016.

Selain itu, Trump telah memperingatkan perusahaan mobil asal Jerman bahwa AS akan memperketat pajak perbatasan menjadi 35 persen pada kendaraan yang diimpor ke pasar Amerika.

Penasihat perdagangan Trump menuduh perusahaan Jerman menggunakan Euro bernilai sangat rendah untuk memperoleh keuntungan dari rekanan di AS dan UE.

Kanselir Jerman Angel Merkel langsung menolak tuntutan itu, dan menunjukan bahwa Bank Sentral Eropa menguasai Euro, serta Jerman menghargai kemandirian.

Merkel dikenal menjadi pihak UE yang menjadi sekutu AS semasa Barack Obama menjadi Presiden AS. Bahkan, Obama menyebut Merkel sebagai "mitra yang luar biasa" saat kunjungan perpisahan ke Berlin pada November 2016.

Namun, Trump menempatkan hubungan kedua negara memburuk secara cepat. Padahal, Merkel sedang menyiapkan masa kampanye mempertahankan posisinya selaku Kanselir Jerman.

Oettinger mendesak Uni Eropa untuk menjadi percaya diri saat berurusan dengan Trump.

"Kami memiliki pasar yang lebih besar. Sebagai sebuah tim kami lebih kuat," katanya menambahkan.



Artikel Terkait
» Prancis: Keputusan Trump "Risiko Serius" bagi Tatanan Perdagangan Global
» Partai Berkuasa di Hungaria Ingin Usir "LSM George Soros"
» Mantan Presiden Jerman Roman Herzog Wafat
» Jerman Sedang Binasakan Uni Eropa



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia
Pada 2014 lalu, Global Future Institute sempat menyorot secara khusus etnis Tatar yang bermukim di Crimea. Waktu itu, beberapa tokoh etnis Tatar dari seluruh dunia berkumpul ...

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Lewat Sepucuk Surat Trump Cairkan Hubungan dengan China

Khayalan Tingkat Dewa, Komunis Bangkit Lagi

Pilkada: Untuk Rakyat atau Politisi

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Indonesia dan Korsel Bahas Kerjasama Bilateral

Uni Eropa akan Tetap Terapkan Sanksi kepada Rusia

Uni Eropa Diminta Tidak Ikuti Permainan Trump

Cinta dan Kebenaran

Rex Tillerson Dikukuhkan sebagai Menlu AS

Sekjen PBB Desak AS Cabut Larangan Masuknya Pengungsi Muslim

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »