» Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia? » Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah » Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh? » Turki Kembali Mempolitisasi Islam dan Isu Tatar Untuk Kepentingan Ukraina » Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah


Diplomasi
07-02-2017
Indonesia dan Korsel Bahas Kerjasama Bilateral

Indonesia dan Korea Selatan bahas kerjasama bilateral bidang pertahanan, ekonomi, sosial budaya, konsuler dan tenaga kerja. Agenda kerjasama tersebut muncul di Pertemuan Pertama High Working Level Strategic Dialogue (HWLSD), Senin (6/2/2017) di Jakarta. 


Pertemuan yang dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri RI A.M. Fachir bersama Wakil Menteri Luar Negeri Republik Korea Lim Sung-nam ini juga dihadiri sebagai delegasi, wakil dari Kemenko Bidang Perekonomian, Kemenko Bidang Kemaritiman, Kementerian Pertahanan, Kementerian Perdagangan, BKPM dan Kemlu.  

"Pertemuan Pertama High Working Level Strategic Dialogue dilaksanakan dalam rangka memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan ROK sebagai implementasi hasil kunjungan kenegaraan Presiden RI ke Republik Korea tahun 2016," demikian keterangan Kementerian Luar Negeri melalui laman resminya, kemlu.go.id.

Selain membahas isu bilateral, kedua Wakil Menteri Luar Negeri juga berbagi pandangan mengenai isu-isu strategis pada tingkat regional dan global yang menyangkut kepentingan kedua negara.

"Republik Korea merupakan mitra kerja sama strategis bagi Indonesia. Pada tahun 2016, ROK merupakan mitra dagang terbesar ke-6 dan negara penyumbang investasi asing ke-9 terbesar bagi Indonesia. Pemri senantiasa mendorong para pengusaha Korea untuk meningkatkan investasi di bidang-bidang infrastruktur, energi dan ketahanan pangan. Sementara bagi Korea, Indonesia memiliki arti penting di kawasan, terutama di bidang ekonomi dan perdagangan."

Pada pertemuan tersebut, kedua Wakil Menteri Luar Negeri telah mengidentifikasi kerjasama strategis yang diwujudkan melalui kerjasama bilateral. Pertemuan Kedua HWLSD akan diselenggarakan di Republik Korea tahun 2019. (TGR07)




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina
Dalam beberapa bulan belakangan ini, Presiden AS Donald Trump dengan sengaja membesar-besarkan ancaman senjata nuklir dan serangkaian uji coba rudal jarak menengah Korea Utara (Korut) meskipun ...

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Lihat lainya »
   Arsip
Nahdha Project Iringi Naiknya Morsi Menjadi Presiden Mesir

Presiden Lantik 9 Pengarah dan Kepala UKP PIP

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah

7 Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Qatar

Perdana Menteri Malaysia Resmikan Siaran TV Digital

KPK Tetapkan 6 Tersangka Kasus Suap DPRD Jatim

Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh?

Lima Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik

Presiden Ajak Seluruh Elemen Bangsa Jaga Pancasila

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »