» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Pendidikan
21-02-2017
Unair Anugerahkan Gelar Doktor Honoris Causa bagi Peraih Nobel

Kali pertama, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya  menganugerahi gelar doktor kehormatan (honoris causa) kepada pengajar dan peneliti luar negeri yang berasal dari Stern School of Business, New York University yang juga peraih nobel ekonomi tahun 2003 yakni Prof. Robert Fry Engle III.


Penganugerahan yang diberikan langsung oleh Rektor Unair Prof. Dr. M. Nasih di Airlangga Convention Center Kampus C Unair itu juga disaksikan oleh sekitar dua ribu sivitas akademika kampus setempat.

Dalam sambutannya Rektor Nasih,  mengungkapkan pemberian gelar doktor kehormatan ini sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya ekonomi bagi seluruh dunia.

"Kita menganugerahkan gelar doktor kehormatan kepada Profesor Engle yang sudah berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya metode yang bisa menyelamatkan negara untuk menghindari krisis ekonomi bagi seluruh penjuru dunia," tutur Nasih.

Ia menambahkan, dengan menggunakan metode mendeteksi volatilitas ekonomi dengan model ARCH (Autoregressive Conditional Heteroskedasticity) yang dikembangkan oleh Engle dan rekannya Profesor Clive W.J. Granger dari Universitas California San Diego (UCSD) itu, kedepan para peneliti dan praktisi juga harus bisa melakukan prediksi terhadap keadaan ekonomi, khususnya keuangan, dan berdasarkan runtun waktu.

"Saya harapkan para peneliti dan ekonom asal Unair juga harus bisa mengembagkan ilmunya bagi masyarakat luas khususnya Jatim, supaya perkembangan ekonomi disini juga bisa diprediksi dan semoga bisa berkembang dengan baik," tambah Nasih.

Sekedar diketahui, menurut pengakuan dari Rektor Nasih orang pertama yang mendapat gelar Doktor Honoris Causa pertama kali dari Unair adalah Ibnu Sutowo. Saat itu 11 November 1972, Ibnu Sutowo menjabat sebagai Dirut Pertamina.

Ke dua Moerdiono yang saat itu menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) pada 17 Desember 1994. Ke tiga Chairul Tanjung, ke empat Gubernur Provinsi Jawa Timur Soekarwo, serta yang baru ini peraih nobel ekonomi tahun 2003, Prof. Robert Fry Engle III.



Artikel Terkait
» Guru Indonesia Belajar Sistem Pendidikan di Australia
» China Harapkan Lebih Banyak Mahasiswa ASEAN
» Diki, Bocah Indonesia Jadi Mahasiswa Termuda di Universitas Waterloo
» Mendikbud Tolak Permintaan Turki Tutup Sembilan Sekolah di Indonesia



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »