» Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah » Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina » Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif » Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat


Internasional
21-02-2017
DK PBB Kutuk Serangan di Pasar Mogadishu

Dewan Keamanan (DK) PBB pada Senin (20/2) mengutuk "dengan sekeras-kerasnya" serangan teror di satu pasar di Ibu Kota Somalia, Mogadishu.


Pada Minggu, satu bom mobil meledak di satu pasar padat pengunjung di Mogadishu, menewaskan sedikitnya 30 orang dan melukai lebih dari 40 orang lagi.

Di dalam satu pernyataan pers, Dewan 15-anggota itu menyeru semua negara agar memerangi dengan segala cara ancaman aksi teror terhadap keamanan dan perdamaian internasional.

"Semua anggota Dewan Keamanan kembali menyampaikan tekad mereka untuk mendukung perdamaian, kestabilan dan pembangunan di Somalia," kata pernyataan tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua.

"Mereka menggarisbawahi bahwa serangan teror ini atau serangan teror lain takkan membuat lemah tekad itu," katanya.

Serangan tersebut terjadi beberapa hari setelah Somalia memilih presiden barunya pada 8 Februari. Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung-jawab atas serangan itu.



Artikel Terkait
» Tiga Negara Ajukan Pertemuan Darurat untuk Bahas Rudal Balistik Korut
» Lewat Sepucuk Surat Trump Cairkan Hubungan dengan China
» China dan Rusia sepakat balas penempatan rudal AS di Korsel



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Moon Jae-in Menjadi Presiden ke-19 Korea Selatan

Warga Korsel Pilih Presiden Baru

GFI Ingatkan 5 Poin Pesan Panglima TNI

Wapres Buka Peringatan Hari Pers Sedunia 2017

Top! Pelajar Indonesia Gelar Festival Budaya di Manchester

Kehadiran Kapal Induk Cina Terbaru Menuai Spekulasi

Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik

Kongres Ulama Perempuan di Cirebon Dihadiri oleh 15 Negara

Sekjen PBB Serukan Penyelesaian Politik bagi Krisis Yaman

China Luncurkan Kapal Induk Buatan Dalam Negeri

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »