» Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah » Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina » Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif » Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat


Eropa
28-02-2017
Uni Eropa Perpanjang Sanksi Satu Tahun Terhadap Belarusia

Uni Eropa (UE) pada Senin (27/2/2017) resmi memperpanjang sanksi selama satu tahun terhadap Belarusia. UE juga memperingatkan bahwa pencabutan sanksi tergantung pada kemajuan yang dilakukan Minsk bagi penegakan kebebasan hak-hak fundamental.


Pada Februari tahun lalu, UE mencabut sebagian besar sanksi terhadap Belarusia, termasuk sanksi terhadap Presiden Alexander Lukashenko dengan dalih Minks berhasil memperbaiki catatan penegakan HAM negara itu.

Sanksi-sanksi tersebut mencakup pembekuan aset dan larangan perjalanan bagi 170 orang dan tiga lembaga.

Namun, UE mempertahankan sanksi terhadap empat orang yang terkait dengan kasus menghilangnya dua politikus oposisi serta embargo senjata terhadap negara itu.

Dewan Eropa, yang terdiri dari 28 negara anggota UE, mengatakan sanksi tersebut akan dipertahankan dan UE akan memantau perkembangan di Belarusia secara saksama.

"Langkah-langkah nyata yang diambil oleh Belarusia bagi penegakan kebebasan fundemental, supremasi hukum dan HAM akan tetap menjadi kunci bagi penyusunan kebijakan UE mengenai Belarusia," menurut keterangan Dewan Eropa, seperti diwartakan AFP.  (ANT)




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Moon Jae-in Menjadi Presiden ke-19 Korea Selatan

Warga Korsel Pilih Presiden Baru

GFI Ingatkan 5 Poin Pesan Panglima TNI

Wapres Buka Peringatan Hari Pers Sedunia 2017

Top! Pelajar Indonesia Gelar Festival Budaya di Manchester

Kehadiran Kapal Induk Cina Terbaru Menuai Spekulasi

Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik

Kongres Ulama Perempuan di Cirebon Dihadiri oleh 15 Negara

Sekjen PBB Serukan Penyelesaian Politik bagi Krisis Yaman

China Luncurkan Kapal Induk Buatan Dalam Negeri

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »