» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Diplomasi
28-02-2017
Indonesia Antispasi Arah Kebijakan Luar Negeri AS

Leonard F. Hutabarat, Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kawasan (P2K2) Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengatakan, penting bagi Indonesia untuk mengantisipasi arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat melalui pemahaman atas kepentingan nasional yang ingin diusung oleh Presiden Trump.


Hal ini sampaikan pada Forum Kajian Kebijakan Luar Negeri (FKKLN) bertajuk "Pemerintahan Baru Amerika: Presiden Trump dan Proyeksi Kebijakan Luar Negeri AS," pada Senin (27/02/2017), di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Lebih lanjut Leonard menjelaskan, hal ini dapat dipahami antara lain dengan mencermati negara-negara mana saja yang mendapatkan perhatian khusus kebijakan luar negeri AS, baik yang dinilai sebagai kawan maupun lawan. Meski masih diwarnai ketidakpastian, pada akhirnya kepentingan nasional AS akan menjadi batasan yang mendorong maupun menghambat implementasi kebijakan Presiden Trump.

Sementara Gunawan Budiyanto, Rektor UMY mengatakan, bahwa setiap pergantian presiden AS akan membawa peluang dan tantangan bagi semua negara termasuk Indonesia. Presiden Trump, terlepas dari gaya kepemimpinannya, dapat tetap memberikan peluang menguntungkan bagi kepentingan nasional Indonesia melalui kerja sama yang menguntungkan dengan AS.

Para narasumber menilai latar belakang dunia bisnis akan banyak mewarnai kecenderungan Presiden Trump dalam memilih kebijakan yang akan ditempuh AS. Di antara kecenderungan tersebut adalah realisme ekonomi dan sikap proteksionis dalam kebijakan perdagangan luar negeri AS.

"Bagi Indonesia, yang harus diantisipasi dari sikap tersebut adalah pengawasan secara ketat oleh AS terhadap surplus perdagangan yang cukup besar, isu hak kekayaan intelektual, dan berbagai kemudahan di bawah Generalized System of Preferences (GSP) yang selama ini dinikmati Indonesia dari perdagangan bilateral dengan AS. AS akan lebih mengedepankan kerja sama perdagangan bilateral dengan penekanan pada mekanisme fair trade dibandingkan dengan free trade."

Secara global, perkembangan arah kebijakan luar negeri AS juga akan berdampak pada pergeseran peta distribusi kekuatan dan pengaruh di dunia. Keluarnya AS dari TPP (Trans-Pacific Partnership) maupun opsi RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership) harus dimanfaatkan Indonesia untuk memenuhi kepentingan Nasional. Bagi Indonesia, skenario tersebut memunculkan kebutuhan untuk merasionalisasi doktrin politik luar negeri bebas aktif agar mampu beradaptasi dengan perkembangan global. (TGR07/KLNRI)




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »