» Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat » Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) » Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia » Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan


Diplomasi
01-03-2017
Kedatangan Raja Salman dan Penandatangan Kerjasama 10 Bidang

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta pada Rabu sekitar pukul 12.40 WIB dan langsung menuju Istana Kepresidenan Bogor.


Di Istana Bogor, Raja Salman disambut dengan upacara kenegaraan dan pawai seni. Selanjutnya, Raja Salman akan menghadiri upacara penerimaan oleh Presiden Joko Widodo di Gedung Bagungan Induk Istana Bogor.

Selanjutnya Presiden Joko Widodo akan mengajak Raja Salman keliling Istana Bogor menggunakan mobil golf, lalu melakukan penanaman pohon bersama 16 putra mahkota di Al-Saud Garden yang dibuat khusus di Kompleks Istana Bogor untuk menyambut kedatangan Raja Salman.

Raja Arab Saudi kemudian akan melakukan perbincangan dengan Presiden Joko Widodo, lantas menerima jamuan makan.

Berikutnya, Raja Salman akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo.

Sesudahnya, mereka akan menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama antara kedua negara di Ruang Teratai.

Menandatangani 10 Nota Kesepahaman Kerja Sama

Sebelumnya, juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir mengatakan, menteri-menteri Arab Saudi yang dibawa dalam kunjungan kenegaraan Raja Salman itu adalah menteri yang akan menandatangani 10 nota kesepahaman kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi, antara lain dalam bidang kebudayaan, kesehatan, dan peningkatan status mekanisme bilateral.

Selain itu juga nota kesepahaman kerja sama keislaman dan dakwah, pendidikan ilmu pengetahuan dan teknologi, kelautan dan perikanan, penanganan kejatahan lintas batas, pelayanan udara, usaha kecil dan menengah dan perdagangan.

Selama di Istana Bogor, Raja Salman juga akan menerima Penganugerahan Bintang Kehormatan.

Dari Istana Bogor, rombongan Raja Salman akan menuju Hotel Raffles di Jakarta Selatan untuk makan malam pribadi. (ANT)




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Myanmar Bantah terjadi Pembersihan Suku Rohingya

Ini Sikap AS Terkait Serangan Ke Suriah

China Kembalikan Batu Bara asal Korea Utara

Malala Utusan Perdamaian PBB untuk Pendidikan Perempuan

Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Panglima TNI: Generasi Penerus TNI Harus Sensitif Terhadap Isu Global

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »