» Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat » Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) » Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia » Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan


Timur Tengah
01-03-2017
Pejabat Senior Palestina Protes Karena Dilarang Masuk ke Mesir

Jibril Rajoub, seorang pejabat senior Palestina dilarang memasuki Mesir. Kejadian ini sontak membuat delegasi Palestina memprotes larangan itu dan menarik diri dari konferensi kontraterorisme yang ia hadiri.


Kejadian pelarangan pejabat yang merupakan anggota senior partai Fatah yang dipimpin Presiden Palestina Mahmud Abbas ini diungkap pejabat, Selasa (28/2/2017).

Kepada AFP,  Rajoub mengatakan, "terkejut dengan keputusan keamanan Mesir untuk melarang saya memasuki Mesir".

Rajoub, yang juga mengepalai Asosisasi Sepak Bola Palestina, mengatakan bahwa menteri pemuda dan olahraga Mesir telah menunggu di bandara untuk menemuinya.

Menurut pejabat bandara Mesir, Rajoub dilarang masuk "atas instruksi dari salah satu dinas keamanan Mesir", tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Menteri Kehakiman Palestina Ali Abu Diak, yang dijadwalkan akan berpartisipasi dengan Rajoub dalam konferensi di kota wisata Laut Merah Sharm el-Sheikh, mengumumkan bahwa dia mengungkapkan protesnya dengan menarik diri dari pertemuan itu, ungkap pejabat Mesir.

Mesir, yang merupakan satu diantara dari dua negara Arab yang menandatangani perjanjian damai dengan Israel, memainkan peran utama di Liga Arab, yang berbasis di Kairo. (TGR07/ANT)




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Myanmar Bantah terjadi Pembersihan Suku Rohingya

Ini Sikap AS Terkait Serangan Ke Suriah

China Kembalikan Batu Bara asal Korea Utara

Malala Utusan Perdamaian PBB untuk Pendidikan Perempuan

Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Panglima TNI: Generasi Penerus TNI Harus Sensitif Terhadap Isu Global

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »