» Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Industri Strategis
02-03-2017
Indonesia-Arab Saudi Kerja Sama Riset Mineral

Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi menyepakati kerja sama riset dan pendidikan tinggi khususnya di bidang mineral dan material dalam kurun waktu tiga tahun sejak 2017.


"Saya sudah komunikasi lama dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui Duta Besarnya di Jakarta untuk bisa mewujudkan kerja sama ini. Arab Saudi punya kerja sama riset luar biasa di bidang mineral dan material dengan Amerika Serikat dan Eropa, sehingga mereka lebih maju," kata Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir di Jakarta, Rabu (1/3/2017).

Arab Saudi, menurut Nasir, memberikan fasilitas 200 hingga 250 beasiswa pendidikan tinggi nonreligi, yakni khusus di bidang sains dan engineering untuk Indonesia.

Saat ini baru 25 kuota yang dimanfaatkan, dan harapannya peluang beasiswa dari Arab Saudi tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik. "Saya baru akan meminta tambahan jika memang kuota itu kurang," ujar Menristekdikti.

Menurut Nasir, masih banyak masyarakat di Indonesia yang menganggap pendidikan tinggi Arab Saudi tertinggal, sehingga sejumlah kalangan masih enggan memanfaatkan fasilitas beasiswa tersebut. Namun setelah mereka datang dan melihat ke Arab Saudi ternyata fasilitas dan riset mereka berkembang dengan baik.

Perguruan tinggi Arab Saudi dalam 10 tahun lalu memang masih di bawah Indonesia, ujar Nasir. Pada 2016, posisi mereka ada di peringkat 225 dan saat ini berada di posisi 181 dari 500 perguruan tinggi terbaik di dunia.

"Kerja keras mereka luar biasa, maka kita ingin bekerja sama di bidang pendidikan tinggi maupun riset, khususnya di bidang mineral dan material ini," lanjutnya.

Penandatanganan MoU riset dan pendidikan tinggi dengan Arab Saudi tersebut rencananya dilakukan di Istana Bogor, bersamaan dengan kunjungan Raja Salman dan rombongannya dari Kerajaan Arab Saudi di Indonesia.



Artikel Terkait
» Jonan: Amandemen Kontrak Karya Selesai Akhir Tahun
» Daftar Maskapai Terbaik Dunia Tahun 2016
» Pemerintah Hati-hati Soal Pengelolaan Blok Masela
» Mengkritisi Kebijakan Impor Pangan Pemerintahan Jokowi-JK (Sebuah Catatan Akhir Tahun)
» Bangun kendaraan militer, Pindad gandeng Australia



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Pemerintah Pastikan Blokir Telegram

Dilihat Dari Gelagatnya, NATO Memang Ingin Agresi Militer ke Rusia

KPK Dalami Proses Penentuan Opini Kasus Kemendes-BPK

Anggaran Polri Naik di Masa Presiden Jokowi

Ketua OPEC Optimistis Stok Minyak Global Turun

Mengunjingkan Epistemologi Keraton

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara

Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »