» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Internasional
08-03-2017
Pemimpin Negara dan Wakil 21 Negara IORA Tandatangani Jakarta Concord

Para pemimpin negara dan wakil dari 21 negara anggota IORA (Indian Ocean Rim Association) telah menandatangani Jakarta Concord pada IORA Leaders' Summit yang diselenggarakan di Jakarta Convention Centre (JCC), Selasa (7/3/2017).


Dokumen yang berjudul "Promoting Regional Cooperation for a Peaceful, Stable, and Prosperous Indian Ocean" tersebut bertujuan untuk meletakkan fondasi dan menentukan arah kerja sama organisasi negara-negara Samudera Hindia di tahun-tahun mendatang.

"Dalam dokumen tersebut, para anggota menyatakan komitmen untuk membangun Samudera Hindia yang damai, stabil, dan makmur melalui kerja sama di berbagai bidang dengan beberapa prioritas yaitu promosi keamanan maritim, meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi, mempromosikan pengelolaan dan pengembangan perikanan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, meningkatkan pengelolaan risiko bencana, memperkuat kerja sama akademis dan iptek, mendorong pariwisata dan pertukaran budaya,  Blue Economy, dan pemberdayaan peran wanita dalam ekonomi," demikian dikutip laman Kementerian Luar Negeri RI.

Presiden Joko Widodo pada pembukaan menegaskan Samudera Hindia sebagai kawasan masa depan. "Dulu Samudera Atlantik menjadi pusat dunia dalam 30 tahun terakhir berpusat di Pasifik dan Indonesia percaya Samudera Hindia di ambang keperkasaan," tegas Jokowi.

Presiden mengingatkan bahwa memang masing-masing negara akan  memajukan kepentingan nasionalnya. Namun, nasionalisme tidak akan dapat hidup subur tanpa adanya taman sari internasionalisme.

Sementara Menteri Luar RI Retno L.P. Marsudi mengatakan, guna mengimplementasikan berbagai prioritas yang terkandung di dalam Jakarta Concord, negara-negara IORA juga telah menyetujui sebuah Action Plan (Rencana Aksi) 2017-2021 yang menjabarkan rencana kegiatan terkait prioritas-prioritas tersebut untuk tahun-tahun mendatang dan terdiri dari inisiatif-inisiatif jangka pendek, menegah, dan panjang.

Selain penandatanganan Jakarta Concord, negara-negara IORA menyetujui sebuah Decalaration on Preventing and Countering Terrorism and Violent Extremism. Deklarasi ini menguatkan komitmen kerja sama dalam melawan ancaman terorisme dan ekstrimisme kekerasan, antara lain melalui kerja sama dan koordinasi, dialog, pertukaran informasi, praktek-praktek terbaik serta melawan ideology terorisme dan ekstrimisme. Negara-negara juga akan  menyebarkan nilai-nilai positif seperti toleransi dan keanekaragaman sebagai norma pergaulan di kawasan.

Seperti diketahui, negara-negara yang tergabung dalam IORA terdiri  dari Australia,  Bangladesh, Komoros, India, Indonesia, Iran, Kenya, Madagaskar, Malaysia, Mauritius, Mozambik, Oman, Seychelles,  Singapura, Somalia, Afrika Selatan, Sri Lanka, Tanzania, Thailand, Uni Emirat Arab dan Yaman. Sedangkan Inggris, Perancis, Jerman, AS, Mesir, Jepang dan RRT adalah Negara mitra IORA.(TGR/KLNRI)




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »