» “Kegenitan Geopolitik” » Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara


Internasional
13-03-2017
Raja Salman Bertolak ke Jepang, 18 Penerbangan Delay 45 Menit

Sebanyak 18 penerbangan, baik rute domestik maupun internasional di Bandara Ngurah Rai, mengalami penundaan akibat penutupan sementara bandara saat Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud terbang meninggalkan Bali setelah berlibur sembilan hari.


"Penerbangan yang terdampak itu 13 di antaranya penerbangan domestik dan sisanya internasional," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim dI Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Ahad, 12 Maret 2017.

Menurut Arie, Kementerian Perhubungan telah menerbitkan notice to airman (notam) perkiraan penundaan penerbangan kepada seluruh pelaku penerbangan.

Nota tersebut berlangsung mulai pukul 10.45 hingga 11.30 Wita atau selama 45 menit.

Raja Salman dan sebagian rombongan akan menggunakan pesawat kerajaan Saudi Arabia dengan nomor SVA-01 Boeing 747 seri 400.

Pesawat jumbo jet tersebut dijadwalkan lepas landas sekitar pukul 11.00 Wita menuju Bandara Haneda, Jepang.

Raja Salman dijadwalkan melakukan lawatan ke Negeri Sakura itu setelah berlibur di Bali selama sembilan hari.

Sehari sebelumnya kargo milik Raja Salman telah diangkut mendahului menggunakan kargo internasional pada Sabtu, 11 Maret 2017, dengan pengawalan ketat aparat keamanan menuju Bandara Ngurah Rai.

Total kargo yang dibawa ke Jepang mencapai 16,6 ton yang diangkut pesawat khusus kerajaan.



Artikel Terkait
» Pemimpin Negara dan Wakil 21 Negara IORA Tandatangani Jakarta Concord
» Sekjen PBB: Empat Negara Hadapi Rawan Pangan
» DK PBB Kutuk Serangan di Pasar Mogadishu



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Trump Dikte Anaknya Berbohong, Gedung Putih Cari Pembenaran

Pabrik Farmasi asal Jerman Siap Beroperasi

HMI Cabang Padang: Keluarkan Israel dari Keanggotaan PBB

Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »