» Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia » AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang » Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia


Sosial Budaya
13-03-2017
Bali Intensifkan Promosi Pariwisata ke Arab Saudi

Pemerintah Provinsi Bali akan mengintensifkan promosi pariwisata ke Arab Saudi untuk menindaklanjuti kunjungan Raja Salman Bin Abdulaziz Al-Saud ke Pulau Dewata.


"Logikanya kalau rajanya datang, rakyatnya juga akan datang berkunjung. Terlebih, keluarga kerajaan sangat menikmati plesiran mereka ke Pulau Dewata," kata Sekretaris Dinas Pariwisata Bali Cokorda Bagus Pemayun saat berorasi dalam Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) di Denpasar, Minggu.

Menurut dia, kunjungan Raja Arab Saudi tersebut tentu membawa angin segar bagi sektor pariwisata Bali, di tengah kondisi latar belakang kultur dan pasar pariwisata Bali yang selama ini agak kesulitan menarik wisatawan dari negara-negara di kawasan Timur Tengah.

Namun, lanjut dia, kedatangan Raja Salman mengubah persepsi tersebut dan merupakan peluang emas bagi Bali untuk lebih serius menggarap pasar Arab Saudi.

Apalagi keluarga kerajaan sangat menikmati liburan mereka. Bahkan Raja Salman beserta keluarga memutuskan untuk memperpanjang liburannya di Bali. "Itu menandakan bahwa Raja Salman beserta keluarga merasa nyaman menikmati liburan di sini," ujarnya, seperti dilansir sumber Antara.

Cok Pemayun meyakini, kunjungan Raja Salman merupakan promosi gratis dan mampu mendongkrak citra pariwisata Bali di mata dunia internasional, khususnya negara-negara kawasan Timur Tengah.

Dia mengemukakan, wisatawan Arab Saudi merupakan pangsa pasar potensial bagi pariwisata Bali. Wisatawan Arab memiliki daya beli cukup tinggi yaitu rata-rata mencapai 1.800 dolar AS.

Daya beli wisatawan ini lebih tinggi dari rata-rata wisatawan dunia yang dicatat UNWTO yaitu sebesar 1.200 dolar AS.

Selain dikenal dengan daya belinya yang tinggi, periode tinggal saat berwisata juga paling lama yaitu mencapai 10,08 hari.

"Mereka biasanya berlibur saat musim Haji dan musim panas," ujarnya sembari mengatakan peluang inilah yang akan lebih serius digarap Pemprov Bali.

Cok Pemayun menambahkan jumlah kunjungan Wisatawan Arab Saudi ke Bali mengalami peningkatan cukup signifikan dalam kurun waktu lima tahun terakhir yakni peningkatannya rata-rata 38,37 persen.



Artikel Terkait
» Di Kupang, Enam Rumah Ibadah Dibangun Satu Lokasi
» Hotel Novita Jambi Ditutup Sementara
» Tim Badan Geologi Tinjau Lokasi Gempa Aceh



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak
Kalau benar manuver diplomatik AS melalui DK-PBB tersebut dimaksudkan untuk mengajak seluruh dunia mengisolasi dan mengembargo Korea Utara, lantas bagaimana sikap Indonesia? ...

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara

Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia

AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang

Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Turki Dukung RI Jadi Anggota DK PBB

Dibalik Sukses Pengendalian Harga-harga Pangan pada Idul Fitri 2017

Freeport: Memperpanjang Pelecehan dan "Freedom of Looting"

Arab Saudi dan Sekutu Beri Tambahan Waktu Dua Hari kepada Qatar

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »