» Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah » Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina » Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif » Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat


Diplomasi
13-03-2017
PMPP TNI Latih 20 Diplomat Uni Eropa

Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI (PMPP) melatih 20 orang diplomat Uni Eropa (UE) untuk program Hostile Environment Awareness Training (HEAT). Pelatihan yang berlangsung Selasa-Kamis (6-9 Maret 2017) di Markas PMPP itu diikuti oleh mayoritas penasihat senior bidang keamanan pada Perwakilan Uni Eropa di negara-negara anggota ASEAN.


Komandan Pusat PMPP Brigadir Jenderal Achmad Marzuki menjelaskan Program HEAT adalah kerja sama yang bersejarah antara PMPP dengan UE. "Program HEAT ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan antara Indonesia dan Uni Eropa," jelasnya.

"Program HEAT ini merupakan pilot project dan dapat menjadi role model bagi kerja sama serupa di masa depan. Saya berharap melalui program HEAT ini kita dapat membuka peluang lebih besar dalam meningkatkan kerja sama PMPP TNI dengan Uni Eropa di masa-masa mendatang," tambahnya.

Vincent Guerend, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam mengatakan, program terserbut merupakan kerja sama konkrit antara UE dengan Indonesia, khususnya dengan PMPP TNI.

Uni Eropa, ungkapnya, ingin belajar dari Indonesia yang selalu berupaya hadir untuk misi memelihara perdamaian di dunia di bawah PBB. "Saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada PMPP TNI dan seluruh pihak yang terlibat. Saya juga berharap agar program ini dapat dilakukan secara reguler," kata Vincent Guerend.

Sementara itu, Direktur Kerja Sama Intrakawasan dan Antarkawasan Amerika dan Eropa Kemlu Dewi Gustina Tobing menjelaskan bahwa program HEAT merupakan bukti baiknya hubungan bilateral Indonesia dan UE.

Hubungan keduanya semakin meningkat dengan kunjungan Presiden RI ke Uni Eropa di Brussel, April 2016. Kerja sama Program HEAT juga menjadi bagian dari implementasi perjanjian bilateral Partnership Cooperation Agreement antara Indonesia dan Uni Eropa.

"Melalui program ini, Indonesia telah sharing kapasitas dan knowledge kepada Uni Eropa dengan memberikan pelatihan kepada para diplomat UE yang menunjukkan kemampuan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Indonesia," kata Dewi Gustina Tobing.

Para diplomat UE yang ikut dalam pelatihan ini memuji fasilitas dan kemampuan profesionalisme personil PMPP TNI. Selain itu, peserta juga menunjukkan kesan yang sangat positif terhadap muatan program praktek di lapangan, antara lain, penanganan terorisme, negosiasi pembebasan tawanan, dan berkendara di alam tropis yang sulit. (TGR07/KLRI)




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Pembentukan Citra Negatif Indonesia di Luar Negeri

Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif

ASEAN-Kanada Sepakat Perkuat UMKM dan Lindungi Pekerja Migran

Wikipedia segera Disaingi Ensiklopedia Daring China

Kuba Pasar Potensial bagi Amerika Serikat

Moon Jae-in Menjadi Presiden ke-19 Korea Selatan

Warga Korsel Pilih Presiden Baru

GFI Ingatkan 5 Poin Pesan Panglima TNI

Wapres Buka Peringatan Hari Pers Sedunia 2017

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »