» Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia » AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang » Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia


Diplomasi
13-03-2017
Peringatan ke-62 KAA akan Digelar Pekan Literasi

Peringatan ke-62 Konferensi Asia Afrika (KAA) akan dimeriahkan dengan Pekan Literasi Asia Afrika ke-4 (PLAA) yang berlangsung 17-19 Maret 2017.


Seperti yang dikutip laman Kementerian Luar Negeri RI, PLAA kali ini akan menampilkan bazar buku, pameran buku, gelar wicara, dan panggung seni serta bedah film di Museum KAA.

"Pada PLAA ke-4 itu Museum KAA masih mempertahankan kekhasan koleksi buku-buku langka bertema Asia dan Afrika. Tahun ini, PLAA akan menjadi lebih meriah karena digelarnya sejumlah bedah buku yang mengangkat tokoh nasional. Selain itu, ada keterlibatan pusat kebudayaan negara sahabat, perpustakaan, perguruan tinggi, komunitas pegiat buku langka, penerbit, dan para mahasiswa internasional," kutip laman kemlu.go.id.  

Meinarti Fauzie, Pelaksana Harian Kepala Museum KAA menjelaskan tujuan acara tersebut untuk mempromosikan erpustakaan Museum KAA. "Selain itu untuk menjalin silaturahmi dengan para pegiat literasi, dan tentu saja dalam rangka menyambut HUT ke-62 KAA," ujarnya.
 
Dalam acara itu akan didirikan panggung seni di Selasar Timur Museum KAA dan 9 booth bazar buku, seperti Lawang Buku, Sapasar, Sygma Examedia, Media Akselerasi, Pustaka Jaya, Simbiosa, Rosda, Yrama Widya, dan Penerbit Kelir. Panggung akan diisi oleh penampilan tari-tarian, mendongeng, teater, puisi, paduan suara, musikalisasi puisi, akustik, dan stand up comedy hingga beat box.

Selain itu, di Galeri I Museum KAA pengunjung juga dapat menikmati pameran buku dari Perpustakaan Nasional RI, Perpustakaan Ali Alatas Kemlu, Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat, Pusat Kebudayaan Korea, IKAPI, dan Museum Naskah Proklamasi. Sedangkan di Galeri II Museum KAA disajikan berbagai koleksi buku milik Pusat Bahasa Mandarin Universitas Maranatha, Balai Penerbitan Braille Indonesia Yayasan Abiyoso, Klab Bahasa Esperanto Museum KAA, dan Perpustakaan Museum KAA.

Aktifitas panggung seni, bazar buku, dan pameran buku gratis dan terbuka untuk umum mulai jam 9 pagi sampai jam 4 sore selama PLAA berlangsung.

Rangkaian Acara Pekan Literasi Asia Afrika

Pelaksanaan acara PLAA akan dimulai pada Jumat (17/3/2017) pukul 14.00-16.00 WIB dengan bedah buku dari Penerbit Api Kecil bertajuk 'Tanah dan Air Sunda'.

Kemudian pada Sabtu (18/3/2017) ada dua sesi bedah buku dan dua sesi bedah film serta satu sesi gelar wicara. Pagi hari, pukul 09.00-12.00 WIB sebuah film berjudul 'The Royal Tailor' dibedah bersama Pusat Kebudayaan Korea. Selanjutnya, pukul 10.00-12.00 WIB Penerbit Paramedia akan membedah buku berjudul '50 Inisiatif Pak Harto untuk Indonesia dan Dunia'. Sore harinya, pukul 14.00-16.00 WIB berlangsung bedah buku berjudul 'Gastro Diplomacy' bersama Perpustakaan Ali Alatas, dan gelar wicara bersama Forum Studi Asia Afrika dengan topik 'Literasi Remaja di Colombia, Mongolia, dan Rwanda'. Sementara pada Sabtu malam komunitas film LayarKita akan menggelar acara nonton bareng.

Puncak acara PLAA yang berlangsung pada Minggu (19/3/2017) dengan dua sesi gelar wicara dan dua sesi bedah buku. Pagi harinya, pukul 09.00-11.00 WIB dua sesi gelar wicara digelar, yakni wicara 'Optimalisasi Pemanfaatan Gadget di Kalangan Disabilitas' bersama Yayasan Mata Hati Indonesia, dan gelar wicara 'Kompetisi dan Kompetensi untuk Bandung Juara' bersama Rumah Autis dan Indonesian Pages.

Pas sore harinya, pukul 14.00-16.00 WIB digelar dua sesi bedah buku, yaitu bedah buku 'Klenteng Xie Tian Gong dan 3 Liutenant Tionghoa Bandung' bersama Pusat Bahasa Mandarin Universitas Maranatha, dan bedah buku 'Sunda: Pola Rasionalitas Budaya' bersama Penerbit Kelir.

Menurut panitia, aktifitas bedah buku dan gelar wicara akan digelar di Ruang Audiovisual dan Ruang Pameran Tetap Museum KAA.

"Kami memasukkan acara ini dalam rangkaian acara peringatan KAA sebagai tempat bertukar informasi dan gagasan para pegiat literasi, penerbit, dan masyarakat. Sinergisitas yang baik melalui PLAA ini diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian Nilai-nilai KAA," ungkap Meinarti. (TGR07/KLRI)




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak
Kalau benar manuver diplomatik AS melalui DK-PBB tersebut dimaksudkan untuk mengajak seluruh dunia mengisolasi dan mengembargo Korea Utara, lantas bagaimana sikap Indonesia? ...

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara

Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia

AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang

Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Turki Dukung RI Jadi Anggota DK PBB

Dibalik Sukses Pengendalian Harga-harga Pangan pada Idul Fitri 2017

Freeport: Memperpanjang Pelecehan dan "Freedom of Looting"

Arab Saudi dan Sekutu Beri Tambahan Waktu Dua Hari kepada Qatar

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »