» Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia » AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang » Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia


Asia
14-03-2017
Amerika Mulai Kerahkan Pesawat Tempur Tanpa Awak ke Korsel

Juru bicara militer Amerika Serikat pada Senin mengatakan, AS mulai mengerahkan pesawat tempur tanpa awak ke Korea Selatan.


Juru bicara AS, seperti yang dilaporkan Reuters menyebutkan, pesawat tanpa awak Gray Eagle Unmanned Aerial Systems (UAS) itu adalah bagian dari rencana besar mengerahkan satu skadron pesawat tempur tanpa awak untuk tiap divisi dalam tentara AS.

"UAS menambah kemampuan intelijen, pemantauan dan pengawasan penting atas Korea oleh pasukan AS dan mitra Republik Korea kami," kata juru bicara pasukan AS di Korea, Christopher Bush

Ia tidak mengatakan secara tepat kapan pesawat tanpa awak itu tiba di Korsel.

Sementara Korea Utara melakukan dua uji nuklir dan serangkaian uji peluru kendali sejak permulaan tahun lalu, kendati PBB memberlakukan sanksi baru.

Pada pekan lalu, duta besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan bahwa Washington meninjau kembali strategi Korea Utara-nya dan "semua kemungkinan terbuka".

Gray Eagle merupakan pesawat tanpa awak yang dikendalikan dari jauh dan dibuat General Atomics yang berkedudukan di AS. Pesawat-pesawat itu akan ditempatkan di Pangkalan Udara Kunsan, 180 km sebelah selatan Seoul, kata Bush, dan akan secara permanen ditempatkan di Korsel.

Pada 7 Maret, AS mengerahkan "elemen pertama" dari sistem anti-peluru kendali Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) ke Korsel, kendati Cina dengan nada marah menentangnya. (TGR07/ANT)




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak
Kalau benar manuver diplomatik AS melalui DK-PBB tersebut dimaksudkan untuk mengajak seluruh dunia mengisolasi dan mengembargo Korea Utara, lantas bagaimana sikap Indonesia? ...

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara

Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia

AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang

Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Turki Dukung RI Jadi Anggota DK PBB

Dibalik Sukses Pengendalian Harga-harga Pangan pada Idul Fitri 2017

Freeport: Memperpanjang Pelecehan dan "Freedom of Looting"

Arab Saudi dan Sekutu Beri Tambahan Waktu Dua Hari kepada Qatar

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »