» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Militer
24-03-2017
Pasukan Perdamaian Indonesia
Satgas Kizi TNI Gelar Latihan Menembak di Afrika

Personel Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXVII-C/Minusca (Multi-dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic) menggelar latihan kesiapsiagaan di Garuda Camp (Indoengcoy Camp), Mpoko, Kota Bangui, Afrika Tengah, Rabu (22/3/2017).


"Latihan tersebut bertujuan untuk melatih kesiapsiagaan seluruh personel Satgas TNI Konga XXXVII-C/Minusca dalam menghadapi gangguan situasi keamanan di dalam medan operasi yang tidak menentu," jelas Dansatgas Konga XXXVII-C/Minusca Mayor Czi Widya Wijanarko saat meninjau latihan tersebut.

Dansatgas Konga XXXVII-C/Minusca mengatakan, latihan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi yang tidak menentu di medan operasi, harus selalu dilatihkan dan ditingkatkan karena di daerah Afrika Tengah ini adalah daerah konflik yang berkepanjangan dan sampai sekarang masih sering terjadi kontak senjata antara Seleka dan Anti Balaka.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh personel Satgas atas dedikasinya yang telah melaksanakan kegiatan latihan ini dengan baik dan penuh semangat,” ujar Dansatgas Konga XXXVII-C/Minusca.

Lebih lanjut Mayor Czi Widya Wijanarko mengatakan, setiap perorangan dan setiap Pleton baik Vertikal maupun Horizontal yang bekerja di luar Garuda Camp selalu meningkatkan kewaspadaan, mengutamakan faktor keamanan, keselamatan kerja dan memonitor  situasi keamanan di Afrika Tengah yang belum stabil. (TGR07/PTNI)




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »