» Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia? » Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah » Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh? » Turki Kembali Mempolitisasi Islam dan Isu Tatar Untuk Kepentingan Ukraina » Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah


Militer
24-03-2017
Militer Amerika Serikat
Angkatan Darat AS akan Tambah 28.000 Personel

Departemen Angkatan Darat Amerika Serikat berencana menambah 28.000 personel pada 30 September tahun. Bila ini terealisasi jumlah total prajurit Angkatan Darat Amerika Serikat akan menjadi 1.018.000 orang.


"Jumlah tambahan ini akan meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan kami secara keseluruhan. Juga memampukan kami menjalankan berbagai tugas yang harus kami jalankan,” kata Direktur Manajemen Personel Militer Angkatan Darat Amerika Serikat, Mayor Jenderal Jason T Evans, sebagaimana dia katakan dari Washington DC, beberapa waktu lalu, seturut pernyataan Kementerian Angkatan Darat Amerika Serikat.

Penambahan jumlah personel ini, katanya, juga berarti menyediakan lebih banyak promosi dan pemberian insentif bagi personel yang telah ada dan memberi kesempatan kepada warga negara yang dapat memenuhi syarat, tangguh, dan memiliki karakter untuk bergabung.

Lebih lanjut Jason merinci, komponen aktif Angkatan Darat Amerika Serikat ketambahan 16.000 personel menjadi 476.000 orang, Garda Nasional Angkatan Darat ketambahan 8.000 orang (343.000), dan Cadangan Angkatan Darat ketambahan 4.000 (199.000). Secara total, jumlah personel Angkatan Darat Amerika Serikat akan menjadi 1.018.000 orang. (TGR07)




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina
Dalam beberapa bulan belakangan ini, Presiden AS Donald Trump dengan sengaja membesar-besarkan ancaman senjata nuklir dan serangkaian uji coba rudal jarak menengah Korea Utara (Korut) meskipun ...

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Lihat lainya »
   Arsip
Nahdha Project Iringi Naiknya Morsi Menjadi Presiden Mesir

Presiden Lantik 9 Pengarah dan Kepala UKP PIP

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah

7 Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Qatar

Perdana Menteri Malaysia Resmikan Siaran TV Digital

KPK Tetapkan 6 Tersangka Kasus Suap DPRD Jatim

Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh?

Lima Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik

Presiden Ajak Seluruh Elemen Bangsa Jaga Pancasila

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »