» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Analisis
24-03-2017
Memberi Makna Baru tentang Motif Politik Di Balik Pembunuhan Presiden Panama Omar Torrijos
Penulis : Hendrajit, Pengkaji Geopolitik Global Future Institute
Waktu buka-buka lagi file lama di perpustakaan pribadi maupun di kantor tentang terbunuhnya Presiden Panama, Omar Torrijos pada 1981, ada perspektif baru di balik kematian Torrjos dalam kecelakaan pesawat terbang tersebut.

Bukan siapa dalang pembunuhan, karena kalau itu sudah jelas, CIA. Melainkan motivasinya kenapa Torrijos dibunuh. Menurut John Perkins, mantan bandit ekonomi Amerika, dalam bukunya the Economic Hitman, beberapa politisi dan pengusaha AS sangat menentang perundingan yang berlangsung antara Torrijos dan sekelompok pengusaha Jepang yang dipimpin Shigen Nagano, mengenai rencana membangun terusan baru yang lebih lebar di Panama.
 
Menariknya, entah kebetulan apa tidak, Torrijos terbunuh beberapa saat setelah Ronald Reagan dilantik jadi presiden AS pada 1981.
 
Kalau menelaah motif politik terbunuhnya Torrijos, yang menarik bukan keterlibatan CIA. Melalui cerita Perkins terungkap bahwa meskpun AS-Jepang bersekutu di fron politik dan keamanan, ternyata di fron ekonomi terjadi perang senyap dan penuh darah amtar pengusaha kedua negara.
 
Kebetulan Presiden Donald J Trump yang baru saja dilantik beberapa bulan lalu, berasal dari partai yang sama dengan Reagan, partai republik.



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Pemerintah Pastikan Blokir Telegram

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »