» Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat » Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) » Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia » Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan


Politik
03-04-2017
Press Release: Forum Diaspora Membagi
Indonesian Diaspora Network (IDN) – Manila, wadah organisasi para diaspora Indonesia di Manila, menyelenggarakan kegiatan Forum Diaspora Membagi pada hari Sabtu, 1 April 2017. Ketua IDN-Manila, Said Zaidansyah, menginformasikan bahwa forum ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi para diaspora untuk membagi informasi, ilmu pengetahuan dan pengalaman dengan sesamanya. Selain juga diharapkan bisa menjadi wadah berjejaring bagi para diaspora Indonesia di Manila. 

Forum Diaspora Membagi kali ini membahas tentang efek kebijakan Trump terhadap ekonomi Indonesia dan Filipina. Yang membahas topik menarik ini adalah Dr. Arief Ramayandi (ekonom senior salah satu lembaga keuangan internasional) dan Irawan (Atase Perdagangan KBRI) dengan Ardhi Luthfi Siregar (HR Global Resourcing Manulife) sebagai moderator. Acara ini ramai dihadiri oleh berbagai kalangan diaspora baik profesional senior di bidang perbankan, ritel, konstruksi serta sektor lainnya, para ibu rumah tangga maupun para mahasiswa.
 
(Foto: Para pembicara dan moderator)
 
Di dalam acara ini Arief menyampaikan bahwa kebijakan Trump yang cenderung melihat ke dalam (inward looking) seperti pengetatan urusan imigrasi memiliki potensi dampak yang lebih besar terhadap Filipina daripada Indonesia karena memiliki potensi menurunkan repatriasi pendapatan dari pekerja asing Filipina di Amerika. Sedangkan arah kebijakan Trump yang ingin mengubah sistem perpajakan bisa melemahkan potensi ekspor Filipina dan Indonesia ke AS. Berhubung AS adalah mitra perdagangan strategis kedua negara ini maka jika kebijakan ini terealisasi akan memiliki efek berganda termasuk melambatnya penyerapan tenaga kerja di sektor industri terkait di kedua negara ini. 
 
Hal lain yang juga disoroti oleh Arief adalah kenyataan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 5 tahun terakhir didominasi hanya oleh konsumsi sedangkan Filipina masih terbagi antara konsumsi dan investasi, khususnya di bidang konstruksi. Hal ini memiliki dampak langsung terhadap dinamika penyerapan tenaga kerja di kedua negara. Misalnya, di Indonesia saat ini sangat sulit bagi insinyur yang baru lulus, bahkan dari universitas ternama sekalipun, untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya. Oleh karena itu tidak heran jika banyak kita temukan insinyur yang baru lulus terpaksa bekerja di bidang pemasaran.
 
(Foto: Suasana diaspora)
 
Selain itu kebijakan Fed AS untuk menaikkan tingkat bunga bisa berdampak ganda terhadap ekonomi Filipina dan Indonesia. Pertama, arus modal yang keluar dari kedua negara mungkin akan meningkat. Yang kedua, penguatan nilai tukar AS dapat menguntungkan posisi ekspor Indonesia dan Filipina. 
 
Irawan menyoroti kebijakan AS yang lebih berorientasi ke dalam seperti keluarnya AS dari Trans Pacific Partnership ataupun rencana AS mengidentifikasi negara-negara yang dianggap mencederai perjanjian perdagangan dengan mereka. Hal-hal seperti Ini akan menimbulkan kekhawatiran dari negara-negara lain. Irawan juga mengatakan bahwa bagi Indonesia, Filipina adalah mitra dagang yang cukup strategis karena termasuk negara lima besar dari sudut pertumbuhan perdagangan dengan Indonesia. Pertumbuhan neraca perdagangan Indonesia dan Filipina itu juga sekitar 66%. Irawan juga mengatakan dengan situasi perdagangan global seperti ini Indonesia akan lebih fokus untuk menggarap peluang pada pasar-pasar non-tradisional seperti Afrika dan Eropa Timur.
 
Forum Diaspora Membagi adalah salah satu dari sekian banyak kegiatan yang telah diselenggarakan oleh IDN-Manila sejak didirikan pada bulan Nopember 2015. Kegiatan lainnya yang telah diselenggarakan IDN-Manila diantaranya adalah Mengenal Indonesia yang bertujuan memperkenalkan sejarah, budaya dan aspek penting lainnya mengenai Indonesia kepada putra-putri diaspora Indonesia di Manila, Medical Mission untuk memberikan bantuan pengobatan gratis kepada masyarakat miskin Manila oleh tenaga medis asal Indonesia, penggalangan dana untuk bencana alam di tanah air, pertemuan pebisnis dan profesional Indonesia di Manila serta bazaar sosial.
 
(Foto: Foto bersama setelah acara)



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Myanmar Bantah terjadi Pembersihan Suku Rohingya

Ini Sikap AS Terkait Serangan Ke Suriah

China Kembalikan Batu Bara asal Korea Utara

Malala Utusan Perdamaian PBB untuk Pendidikan Perempuan

Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Panglima TNI: Generasi Penerus TNI Harus Sensitif Terhadap Isu Global

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »