» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Asia
04-04-2017
Tentara Filipina Tewaskan 10 Aktivis Garis Keras Guna Bebaskan Sandera

Tentara Filipina menewaskan lebih dari 10 petempur Abu Sayyaf, yang terkait IS, dalam upaya membebaskan sandera asal Vietnam, yang disekap di pulau terpencil di selatan, kata tentara pada Senin.


Bentrok itu terjadi saat pasukan menembakkan peluru howitzer terhadap kedudukan pemberontak, kata Mayor Jenderal Carlito Galvez, komandan militer Mindanao barat.

Kelompok kecil tapi keras itu, yang dikenal karena pemerasan, pengayauan dan penculikan untuk tebusan, menyekap lebih dari dua lusin tawanan di pulau Jolo.

Kelompok itu mengayau sandera asal Jerman pada dua bulan lalu ketika tidak diberi uang tebusan untuk pembebasannya.

Mayjen Galvez menyatakan 32 tentara terluka dalam serangan pada Minggu atas tempat persembunyian Abu Sayyaf di kota Talipao, tempat pegaris keras itu diyakini menawan enam warga Vietnam.

"Howitzer 105mm langsung menghantam kedudukan musuh," kata Galvez kepada wartawan, dengan menyatakan empat peluru ditembakkan ketika tentara ditembaki.

"Lebih dari 10 tewas. Pasukan kami menemukan tubuh hancur di daerah itu, tapi kami terus mengejar mereka," katanya.

Tidak ada keterangan tentang nasib tawanan itu.

Empat dari tentara terluka itu diterbangkan ke rumah sakit, sementara 28 lagi, di antaranya komandan batalyon, mengalami luka kecil akibat pecahan granat.

Galvez menyatakan tentara bentrok lebih dari satu jam dengan sekitar 100 pemberontak Abu Sayyaf pimpinan Radullan Sahiron, pemimpin pegaris keras berlengan satu, yang tercatat di Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dan kepalanya berhadiah 1 juta dolar (sekitar 10 miliar rupiah).

Pada bulan lalu, lima warga Malaysia dibebaskan di Jolo dan dua pelaut Filipina diselamatkan di pulau Basilan di dekatnya oleh tentara pengejar kelompok Abu Sayyaf, demikian Reuters.



Artikel Terkait
» Amerika Mulai Kerahkan Pesawat Tempur Tanpa Awak ke Korsel
» Prospek Hubungan Indonesia-Australia
» Memaksimalkan Relasi dengan "Saudara Tua"
» Kapal Induk Cina Liaoning Masuki Wilayah Laut Cina Selatan



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Pemerintah Pastikan Blokir Telegram

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »