» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Tick News
10-04-2017
Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia
Penulis : M Arief Pranoto, Direktur Program Studi Geopolitik dan Kawasan Global Future Institute (GFI)
Dari perspektif asymmetric warfare atau peperangan nirmiliter, tudingan Trump ini istilahnya 'isu'. Trump lagi menabur isu. Kenapa? Karena usai isu ditabur, niscaya akan ada langkah terkait 'tema dan/atau agenda' serta 'skema' yang hendak didorong kemudian. Begitu urutannya: Isu - Tema - Skema. Pertanyaannya, "Apa tema berikutnya?" Ini yang mutlak didefinisikan, dianatomi, di-breakdown, dll. 

Sedangkan 'skema'-nya dapat ditebak, yaitu: "Trump hendak mengubah defisit anggaran menjadi surplus," terkait impor-ekspor dengan Indonesia. Semua akhirya tergantung kita. Apakah isu tetap akan menjadi isu karena daya tahan dan daya lawan bangsa ini, atau isu bakal melaju serta berubah menjadi 'agenda'?
 
Bagi Amerika, tebaran isu Trump merupakan bagian dari geostrategi Paman Sam. Betapa secara geopolitik, jika sebuah bangsa dan/atau negara telah punya ketergantungan atas 'sesuatu' terhadap negara lain, hal itu bermakna bahwa geopolitiknya telah tergerus. Menjadi wajar apabila Amerika menginjak apa yang disebut geostrategi, yakni strategi keluar yang dimulai dari dalam (internal), salah satunya untuk mengurangi ketergantungan impor dengan Indonesia. Ya. Impor itu menggerus devisa. Inilah salah satu poin program "America First"-nya Trump mengurangi impor, agar devisa tidak tergerus.
 
Jatuhnya harga minyak dunia adalah dampak langsung terkait America First, dan Saudi Arabia merupakan "korban pertama"-nya, termasuk (nanti) China.
 
Untuk Indonesia, segera petakan, definisikan, anatomi, dsb secara jeli, cermat serta akurat apa rencana dan 'agenda' lanjutan pasca isu ditebar oleh Trump. Kemudian lakukan kontra-kontra agar isu tetaplah menjadi isu!



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Pemerintah Pastikan Blokir Telegram

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »