» Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat » Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) » Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia » Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan


Internasional
11-04-2017
Ini Sikap AS Terkait Serangan Ke Suriah

Joseph R Donovan Jr Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, menilai serangan negaranya ke satu pangkalan Suriah. Dia menilai langkah Presiden AS, Donald Trump tersebut berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai hukum internasional.


"Amerika Serikat telah menetapkan resolusi dari Dewan Keamanan PBB dan juga hukum internasional," kata Donovan Jr, usai memberikan kuliah umum di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, di Jakarta, Selasa (11/4/2017).

Lebih lanjut Donovan Jr mengatakan, tindakan rezim Presiden Suriah, Bashar al-Assad, yang menggunakan senjata kimia untuk menyerang masyarakat merupakan pelanggaran dari hukum internasional dan kesepakatan senjata kimia.

"Langkah yang kami ambil hanya diarahkan kepada aset-aset al-Assad yang digunakan untuk membuat senjata kimia yang ditujukan untuk membunuh warganya," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pejabat Departemen Pertahanan AS mengatakan, peluncuran sekitar 50 rudal jelajah Tomahawk dari beberapa kapal perusak di perairan Laut Mediterania itu, sebagai respons atas dugaan serangan senjata kimia ke sebuah kota di Suriah yang dikuasai kubu pemberontak.

Dalam pidato yang ditayangkan di televisi, Trump mengklaim pangkalan udara itu tempat serangan senjata kimia berasal.

Trump juga menjuluki al-Assad sebagai diktator yang telah meluncurkan serangan senjata kimia yang mengerikan kepada warga sipil tak berdosa.

Sementara itu, pemerintah Indonesia menyatakan sikap prihatin atas serangan rudal yang dilancarkan militer Amerika Serikat ke Suriah.

"Posisi Indonesia sangat mengutuk penggunaan senjata kimia yang memakan banyak korban. Pada saat yang sama, Indonesia prihatin serangan unilateral dari pihak manapun," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, di Jakarta, Jumat (7/4/2017).

Menurutnya, serangan AS ke Suriah itu tidak sejalan dengan prinsip-prinsip hukum internasional dalam penyelesaian konflik secara damai. (TGR07/ANT)




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Myanmar Bantah terjadi Pembersihan Suku Rohingya

Ini Sikap AS Terkait Serangan Ke Suriah

China Kembalikan Batu Bara asal Korea Utara

Malala Utusan Perdamaian PBB untuk Pendidikan Perempuan

Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Panglima TNI: Generasi Penerus TNI Harus Sensitif Terhadap Isu Global

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »