» Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat » Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) » Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia » Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan


Ekonomi dan Bisnis
13-04-2017
Iran Tingkatkan Pembelian Minyak Sawit Indonesia

Iran akan meningkatkan pembelian minyak sawit Indonesia. Sikap Iran ini tergambar setelah Kementerian Luar Negeri RI bersama KBRI di Tehran memfasilitasi pelaksanaan video conference antara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dengan Asosiasi Kelapa Sawit Iran.


"Iran mengharapkan ekspor minyak sawit Indonesia dapat dilakukan secara berkelanjutan mengingat kecenderungan peningkatan permintaan minyak sawit dari Indonesia bagi industri dari berbagai sektor di Iran," jelas keterangan seperti yang dilansir laman kemenlu, Kamis (13/04/2017).

Selanjutnya GAPKI dan mitranya dari Iran sepakat melanjutkan pembahasan aspek teknis mengenai ekspor impor produk minyak sawit ke Iran tersebut dalam waktu dekat.

Kegiatan yang dilaksanakan pada akhir bulan Maret ini merupakan upaya Pemerintah RI untuk mendorong ekspor kelapa sawit Indonesia ke pasar potensial.

Seperti diketahui, saat ini Iran merupakan pasar yang memiliki potensi untuk ekspor kelapa sawit Indonesia dengan permintaan sebesar 500 ribu metrik ton tiap tahunnya.

Selain memenuhi kebutuhan domestik, minyak sawit Indonesia juga akan didistribusikan ke negara tetangga Iran, seperti Irak, Suriah, maupun negara-negara Commonwealth of Independent States.(TGR07)




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Myanmar Bantah terjadi Pembersihan Suku Rohingya

Ini Sikap AS Terkait Serangan Ke Suriah

China Kembalikan Batu Bara asal Korea Utara

Malala Utusan Perdamaian PBB untuk Pendidikan Perempuan

Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Panglima TNI: Generasi Penerus TNI Harus Sensitif Terhadap Isu Global

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »