» Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia? » Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah » Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh? » Turki Kembali Mempolitisasi Islam dan Isu Tatar Untuk Kepentingan Ukraina » Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah


Internasional
13-04-2017
Mayoritas Rakyat Turki Setuju Konstitusi Diubah

Hasil sebuah jajak pendapat yang dirilis pada Kamis menyatakan, mayoritas rakyat Turki setuju dengan perubahan konstitusi negara itu yang akan memberikan kekuasaan lebih kepada Presiden Recep Tayyip Erdogan.


Seperti dikutip Reuters, pada 16 April nanti akan menentukan perubahan terbesar dalam sistem pemerintahan Turki sejak berdirinya republik modern itu hampir satu abad silam yang berpotensi mengganti sistem parlementer dengan sistem presidensil.

Survei yang dilakukan lembaga jajak pendapat Gezici itu mencatat jumlah pendukung perubahan konstitusi adalah 51 persen.  Sedangkan yang berkata "Tidak" kepada perubahan konstitusi itu adalah 48,7 persen setelah suara abstain dikesampingkan.

Jajak pendapat itu dilakukan secara tatap muka dengan 1.400 orang di 10 provinsi pada 8-9 April. Pada jajak pendapat sepekan sebelumnya yang memberikan suara "ya" untuk perubahan konstitusi adalah 53,3 persen.

Sehari sebelumnya, dua jajak pendapat lainnya menunjukkan suara "ya" berada pada 51-52 persen.  Sedangkan jajak pendapat Reuters menunjukkan 50,8 persen berkata "ya".

Dalam laporan reuters menyebutkan, kampanye referendum itu telah merusak hubungan Turki dengan Eropa. Voting untuk warga Turki yang tinggal di luar negeri akan berakhir Minggu pekan ini. (TGR07)




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina
Dalam beberapa bulan belakangan ini, Presiden AS Donald Trump dengan sengaja membesar-besarkan ancaman senjata nuklir dan serangkaian uji coba rudal jarak menengah Korea Utara (Korut) meskipun ...

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Lihat lainya »
   Arsip
Nahdha Project Iringi Naiknya Morsi Menjadi Presiden Mesir

Presiden Lantik 9 Pengarah dan Kepala UKP PIP

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah

7 Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Qatar

Perdana Menteri Malaysia Resmikan Siaran TV Digital

KPK Tetapkan 6 Tersangka Kasus Suap DPRD Jatim

Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh?

Lima Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik

Presiden Ajak Seluruh Elemen Bangsa Jaga Pancasila

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »