» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Internasional
26-04-2017
Sekjen PBB Serukan Penyelesaian Politik bagi Krisis Yaman

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Selasa (25/4) mengatakan hanya penyelesaian politik dan dihentikannya permusuhan lah yang dapat mewujudkan diakhirinya secara permanen konflik dan penderitaan rakyat Yaman.


"Yaman hari ini mengalami tragedi yang sangat besar. Dua tahun konflik telah memporak-porandakan kehidupan rakyat biasa Yaman," kata Guterres di Jenewa, Swiss, dalam acara pemberian janji tingkat tinggi bagi krisis kemanusiaan di Yaman.

"Perang telah memporak-porandakan ekonomi, menghancurkan layanan kesehatan, dan memaksa tiga juta orang meninggalkan rumah mereka --sehingga banyak orang tak bisa memperoleh nafkah atau menanam benih. Layanan dasar telah ambruk, sehingga jutaan orang menghadapi resiko terserang penyakit dan ancaman lain," katanya.

Menurut PBB, hampir dua-pertiga warga --atau hampir 19 juta orang-- memerlukan dukungan darurat, demikian laporan Xinhua di Jakarta, Rabu pagi.

Sebanyak 17 juta orang menghadapi kondisi rawan pangan, sehingga kondisi itu menjadi krisis kelaparan terbesar di dunia. Dan tujuh dari 22 gubernuran menghadapi darurat parah keamanan pangan.

Pemimpin PBB itu menyeru semua pihak dalam konflik tersebut agar terlibat dalam pembicaraan perdamaian yang difasilitasi oleh Utusan Khususnya untuk Yaman Ismail Ould Cheikh Ahmed.

Ia mendesak setiap orang agar memfasilitasi jalur cepat dan tanpa hambatan bantuan kemanusiaan melalui udara, laut dan darat. Semua prasarana harus tetap terbuka dan beroperasi, katanya.

Guterres mengatakan seruan kemanusiaan untuk 2017 ialah 2,1 miliar dolar, hanya 15 persen di antara telah dipenuhi setakat ini.
 



Artikel Terkait
» Mayoritas Rakyat Turki Setuju Konstitusi Diubah
» Ini Sikap AS Terkait Serangan Ke Suriah
» Malala Utusan Perdamaian PBB untuk Pendidikan Perempuan
» Jerman: Brexit Tidak Akan Mudah untuk Kedua Belah Pihak



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »