» Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina » Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif » Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat » Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)


Internasional
26-04-2017
Sekjen PBB Serukan Penyelesaian Politik bagi Krisis Yaman

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Selasa (25/4) mengatakan hanya penyelesaian politik dan dihentikannya permusuhan lah yang dapat mewujudkan diakhirinya secara permanen konflik dan penderitaan rakyat Yaman.


"Yaman hari ini mengalami tragedi yang sangat besar. Dua tahun konflik telah memporak-porandakan kehidupan rakyat biasa Yaman," kata Guterres di Jenewa, Swiss, dalam acara pemberian janji tingkat tinggi bagi krisis kemanusiaan di Yaman.

"Perang telah memporak-porandakan ekonomi, menghancurkan layanan kesehatan, dan memaksa tiga juta orang meninggalkan rumah mereka --sehingga banyak orang tak bisa memperoleh nafkah atau menanam benih. Layanan dasar telah ambruk, sehingga jutaan orang menghadapi resiko terserang penyakit dan ancaman lain," katanya.

Menurut PBB, hampir dua-pertiga warga --atau hampir 19 juta orang-- memerlukan dukungan darurat, demikian laporan Xinhua di Jakarta, Rabu pagi.

Sebanyak 17 juta orang menghadapi kondisi rawan pangan, sehingga kondisi itu menjadi krisis kelaparan terbesar di dunia. Dan tujuh dari 22 gubernuran menghadapi darurat parah keamanan pangan.

Pemimpin PBB itu menyeru semua pihak dalam konflik tersebut agar terlibat dalam pembicaraan perdamaian yang difasilitasi oleh Utusan Khususnya untuk Yaman Ismail Ould Cheikh Ahmed.

Ia mendesak setiap orang agar memfasilitasi jalur cepat dan tanpa hambatan bantuan kemanusiaan melalui udara, laut dan darat. Semua prasarana harus tetap terbuka dan beroperasi, katanya.

Guterres mengatakan seruan kemanusiaan untuk 2017 ialah 2,1 miliar dolar, hanya 15 persen di antara telah dipenuhi setakat ini.
 



Artikel Terkait
» Mayoritas Rakyat Turki Setuju Konstitusi Diubah
» Ini Sikap AS Terkait Serangan Ke Suriah
» Malala Utusan Perdamaian PBB untuk Pendidikan Perempuan
» Jerman: Brexit Tidak Akan Mudah untuk Kedua Belah Pihak



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
GFI Ingatkan 5 Poin Pesan Panglima TNI

Wapres Buka Peringatan Hari Pers Sedunia 2017

Top! Pelajar Indonesia Gelar Festival Budaya di Manchester

Kehadiran Kapal Induk Cina Terbaru Menuai Spekulasi

Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik

Kongres Ulama Perempuan di Cirebon Dihadiri oleh 15 Negara

Sekjen PBB Serukan Penyelesaian Politik bagi Krisis Yaman

China Luncurkan Kapal Induk Buatan Dalam Negeri

Pilkada Rasa Devide et Impera

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »