» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Asia
29-04-2017
Kehadiran Kapal Induk Cina Terbaru Menuai Spekulasi

Munculnya kapal induk Cina terbaru hasil produksi dalam negeri menuai beragam spekulasi di tengah ketegangan di Korea Utara dan kekhawatiran di regional atas Beijing di Laut China Selatan. Namun Tiongkok menampik bahwa kapal induknya itu bukan untuk ekspansi.


Wang Yi, Menteri Luar Negeri Tiongkok selama kunjungan ke Jerman mengatakan, bisnis dan rakyat Tiongkok telah tersebar di seluruh dunia, dengan jutaan orang-orang yang tinggal di luar negeri. Hampir 30.000 proyek bisnis yang didanai Tiongkok terdaftar di negara-negara lain.

"Dengan lingkungan yang baru ini, Tiongkok telah cukup alasan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan nasional swadaya untuk secara efektif melindungi hak-hak yang adil yang semakin meluas di luar negeri," kata Wang, seperti dikutip dari situs kementerian pada Kamis (27/4/2017).

Seperti diketahui, selama ini Tiongkok hanya mempunyai satu kapal induk yang beroperasi bernama Liaoning, yang dibeli dari Ukraina dan telah dimodifikasi. (baca: Kapal Induk Cina Liaoning Masuki Wilayah Laut Cina Selatan)

Kapal induk baru Tiongkok ini akan membawa pesawat tempur Shenyang J-15. Namun menurut para pengamat, kapal induk ini secara teknologi masih berada di bawah 10 kapal induk milik Angkatan Laut Amerika Serikat.

Media pemerintah, tabloid Global Times menyatakan peluncuran ini mewakili tonggak bersejarah dalam pengembangan militer Tiongkok.

"Memiliki kapal induk yang dibuat dalam negeri juga menginspirasi. Tiongkok mengambil langkah-langkah nyata untuk menjadi kekuatan awal," katanya dalam satu editorial.

Dalam sebuah analisis yang disampaikan para ahli,  Tiongkok memerlukan sekurang-kurangnya enam kapal induk. Satu kapal induk ditempatkan di luar negeri, untuk memberi dukungan.

Tetapi para ahli mengatakan Tiongkok masih jauh dari mampu untuk menantang AS yang mengoperasikan 10 kapal induk dan berencana untuk membangun dua kapal lagi. AS juga memiliki pengalaman selama puluhan tahun beroperasi kapal induk.

Kedua kapal induk Tiongkok ini hanya dapat memberikan pesawat-pesawat jet tempur lepas landas dari dek yang lebih pendek.

Kapal induk Tiongkok tidak memiliki teknologi (katapel) yang kuat untuk meluncurkan pesawat seperti yang dimiliki kapal induk AS. Lagi pula kapal induk baru ini diperkirakan baru akan berfungsi penuh hingga 2020. (TGR07)



Artikel Terkait
» China Luncurkan Kapal Induk Buatan Dalam Negeri
» Kapal Induk Cina Liaoning Masuki Wilayah Laut Cina Selatan



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »