» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Politik
06-05-2017
GFI Ingatkan 5 Poin Pesan Panglima TNI
Penulis : Hendrajit, Pakar Geopolitik Global Future Institute

Global Future Institute (GFI) Jakarta mengingatkan pesan Panglima TNI Gatoto Nurmantyo tentang pentingnya menjaga kedaulatan NKRI. Seperti dalam paparannya yang bisa kita simak di video, Panglima TNI menyampaikan pesan yang bisa kita sarikan menjadi lima poin.


1. Bangsa Indonesia adalah bangsa patriot, memiliki semangat gotong-royong yang tinggi. Pesan yang ingin disampaikan, Indonesia itu kuat dan bersatu.

2. Perjuangan Indonesia sejak proses kemerdekaan, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan selalu ada keterlibatan ulama dan santrinya. Pesannya, ulama dan santri akan turun terlibat jika ada hal-hal yang memang luar biasa mengganggu di negeri ini.

3. Jangan takut atas turunnya ulama dan santri. Pesannya, ulama dan santri jangan ditakuti karena mereka orang baik yang selalu menjaga bangsa.

4. Dalam situasi seperti sekarang tentu akan bisa salah jika aparat keamanan negara menangkap orang-orang tertentu terkait isu makar, mengingat massa yang begitu banyak bergerak tetapi tidak ada anarkhisme. Dalam setiap kerumunan pasti ada orang (-orang tertentu) yang _diviant behavior_ yang bisa saja hanya perilaku individu, dan ini sudah ditangani oleh polisi dan TNI dengan baik; sehingga tidak berujung kericuhan karena _crowd_. Pesan yang ingin disampaikan, mari kita jangan asal tuduh sehingga bisa gaduh. Ini justru bisa membuat sesuatu lebih sulit ditangani.

5. Apa yang disampaikan oleh Panglima TNI adalah strategi perang kelas jenderal bintang lima yang sempurna, supaya musuh sesungguhnya (kalau ada) yang merencanakan makar dapat muncul dengan mengatakan makar hoax.



Artikel Terkait
» Pilkada Rasa Devide et Impera
» Salafi dan Wahabi
» Press Release: Forum Diaspora Membagi
» Perlu Ketegasan Pemerintah Menangani Ormas Radikal
» Sukses Pilkada 2017 dan Agenda Perbaikan Pilkada 2018



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »