» Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina » Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif » Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat » Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)


Asia
09-05-2017
Pemilu Korea Selatan
Warga Korsel Pilih Presiden Baru

Warga Korea Selatan menggunakan hak pilihnya pada Selasa untuk memilih presiden baru hingga lima tahun mendatang.


Seperti yang dilaporkan Komisi Pemilihan Nasional (National Election Commission/NEC), pemungutan suara untuk pemilihan presiden dimulai pukul 06.00 waktu setempat di 13.964 tps di seluruh negeri. Lebih lanjut NEC menyebut, hingga pukul 11.00 pemilih yang menggunakan hak pilih mereka mencapai 19,4 persen.

Angka itu selanjutnya akan digabungkan dengan pengguna hak pilih selama dua hari periode pemilihan awal yang mencakup 26,04 persen pemilih.

Angka kehadiran pemilih itu menandai tingkat tertinggi dalam pemilihan awal, menunjukkan tingginya minat publik pada pemilu menyusul pemakzulan presiden menurut laporan kantor berita Yonhap.

Seperti diketahui bersama pemilihan itu diselenggarakan setelah pelengseran Presiden Park Geun-hye pada 10 Maret terkait skandal korupsi besar yang kemudian membuaut dia ditangkap dan didakwa.

Tiga belas kandidat bersaing menempati kursi kepresidenan negeri itu, tapi banyak yang meyakini kenyataannya itu merupakan kompetisi tiga jalur antara Moon Jae-in dari Partai Demokratik yang liberal, Hong Joon-pyo dari Partai Kebebasan Korea yang konservatif dan Ahn Cheol-soo dari Partai Rakyat tengah-kiri.

Pemungutan suara akan berakhir pukul 20.00, bukan 18.00 sebagaimana biasa.

"Partisipasinya tinggi dalam pemungutan suara di luar negeri dan pemungutan suara awal yang dilakukan di depan, dan survei pemilih oleh komisi menunjukkan bahwa makin banyak orang yang ingin memilih," kata seorang pejabat NEC kepada Yonhap lewat telepon.

NEC berharap tingkat partisipasi pemili bisa mencapai 80 persen. (TGR07/ANT)



Artikel Terkait
» Aksi Pemakzulan Presiden Korsel Semakin Menguat



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
GFI Ingatkan 5 Poin Pesan Panglima TNI

Wapres Buka Peringatan Hari Pers Sedunia 2017

Top! Pelajar Indonesia Gelar Festival Budaya di Manchester

Kehadiran Kapal Induk Cina Terbaru Menuai Spekulasi

Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik

Kongres Ulama Perempuan di Cirebon Dihadiri oleh 15 Negara

Sekjen PBB Serukan Penyelesaian Politik bagi Krisis Yaman

China Luncurkan Kapal Induk Buatan Dalam Negeri

Pilkada Rasa Devide et Impera

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »