» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Asia
10-05-2017
Pemilu Korea Selatan
Moon Jae-in Menjadi Presiden ke-19 Korea Selatan

Moon Jae-in dilantik menjadi presiden ke-19 Korea Selatan pada Rabu waktu setempat. Presiden baru ini berjanji meningkatkan persatuan nasional menyusul kemenangannya dengan dukungan suara 41,1 persen dalam pemilihan presiden.


"Saya akan menjadi presiden untuk seluruh rakyat," kata Moon pada upacara pelantikannya di Majelis Nasional.

Moon juga menegaskan bahwa mereka yang tidak mendukung dirinya juga tetap bagian dari bangsa.

"Kepala saya penuh dengan cetak biru untuk membuka satu dunia baru persatuan dan koeksistensi," katanya saat menyampaikan sambutan.

Moon berjanji akan memenuhi tanggung jawab sebagai presiden ke-19 Republik Korea dengan baik.

Moon menegaskan kembali bahwa dia akan memindahkan kantor kepresidenan ke Gwanghwamun, Seoul pusat, segera setelah persiapan dilakukan, karena kebijakan pertamanya adalah untuk melepaskan diri dari kepresidenan yang angkuh dan tidak komunikatif.

"Pada waktunya, saya akan menggelar debat besar di Gwanghwamun Square. Saya akan membagi kekuasaan imperial presiden sebanyak mungkin," katanya sebagaimana dikutip kantor berita Yonhap.

Selain itu Moon berjanji menunjuk para pejabat pemerintah dari seluruh wilayah hanya berdasarkan pada kemampuan dan kesesuaian terlepas dari apakah mereka mendukung dia atau tidak.

Moon juga berikrar memberikan prioritas untuk mengatasi program nuklir Korea Utara dan menyelesaikan sengketa mengenai pengerahan sistem pertahanan rudal Amerika Serikat di negaranya.

"Kalau perlu, saya akan langsung terbang ke Washington," katanya.

"Saya akan pergi ke Beijing dan Tokyo dan di bawah situasi yang tepat juga akan pergi ke Pyongyang," katanya.

Komisi Pemilihan Nasional (National Election Commission/NEC) mengonfirmasi kemenangannya dalam pemilihan presiden Korsel untuk masa jabatan lima tahun. (TGR07/ATR)




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »