» Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina » Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif » Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat » Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)


Amerika Latin
10-05-2017
Kuba Pasar Potensial bagi Amerika Serikat

Kuba bisa menjadi pasar yang sangat potensial bagi perusahaan kapal pesiar, penerbangan dan perhotelan Amerika Serikat seiring dengan semakin meningkatnya kunjungan turis ke sana, yang diperkirakan meningkat sampai tujuh kali lipat sampai 2025 mendatang.


Menurut laporan Boston Consulting Group (BCG), Rabu, jumlah kunjungan turis diprediksi akan meningkat sampai dua juta orang dibanding 285.000 sepanjang 2016 lalu.

Mengingat masih buruknya infrastruktur di bidang pariwisata, maka kondisi tersebut akan banyak peluang bisnis bagi perusahaan Amerika Serikat, meski mereka harus menyesuaikan diri dengan sistem ekonomi terpusat di Kuba.

Kunjungan warga Amerika Serikat ke Kuba --sangat dekat dari Florida-- mulai memperlihatkan peningkatan, meski pada tingkat yang masih sangat rendah, terutama sejak dua tahun terakhir setelah Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, memperlonggar aturan perjalanan ke Kuba.

"Kenyataannya, perjalanan dari AS ke Kuba baru pada tahapan awal dan semua masih belajar bagaimana mengaturnya," tulis laporan tersebut.

"Keberhasilan, terutama dari pihak Kuba, akan membutuhkan upaya dan pendekatan yang tidak biasa dan sering dengan cara kuno."

Tapi BCG tidak menyinggung kemungkinan terjadinya ketidak pastian setelah terpilihnya Donald Trump menggantikan Obama, yang pernah mengancam akan meninjau kembali hubungan kedua negara.

Pemerintah Kuba berencana melipatgandakan kapasitas hotel sampai 2030 melalui proyek kerja sama dengan mitra asing.

Sejauh ini, Starwood adalah satu-satunya jaringan perusahaan hotel AS yang beroperasi di Kuba.

Menanamkan pola pikir perhotelan kepada pekerja pariwisata yang sebagian besar adalah pemerintah yang rata-rata berpenghasilan rendah, bukanlah sebuah perkara mudah.

Sementara itu, juga ada peluang bagi perusahaan kapal pesiar AS untuk beroperasi di Kuba.

Hampir dua pertiga dari 500 turis AS yang disurvei, memilih perjalanan ke Kuba.



Artikel Terkait
» Pemerintah Kolombia Bekukan Aset FARC
» PM Kanada Tak Mau Cabut Pujiannya kepada Fidel Castro
» Parlemen Venezuela Setujui Pemakzulan Presiden Maduro
» Maduro Lakukan Kunjungan ke Tiongkok dan Vietnam Dalam "Masa Sulit"
» Presiden Chile Minta Menterinya Mengundurkan Diri
» Maduro Dapat Mandat Hadapi Ancaman Amerika



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
GFI Ingatkan 5 Poin Pesan Panglima TNI

Wapres Buka Peringatan Hari Pers Sedunia 2017

Top! Pelajar Indonesia Gelar Festival Budaya di Manchester

Kehadiran Kapal Induk Cina Terbaru Menuai Spekulasi

Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik

Kongres Ulama Perempuan di Cirebon Dihadiri oleh 15 Negara

Sekjen PBB Serukan Penyelesaian Politik bagi Krisis Yaman

China Luncurkan Kapal Induk Buatan Dalam Negeri

Pilkada Rasa Devide et Impera

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »