» Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina » Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif » Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat » Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)


Media
10-05-2017
Wikipedia segera Disaingi Ensiklopedia Daring China

Lebih dari 20 ribu penulis dari sejumlah perguruan tinggi dan lembaga riset di seantero China menggarap proyek bersama menerbitkan ensiklopedia dalam jaringan (daring) yang dapat dipercaya.


Ensiklopedia tersebut merupakan upaya untuk mempromosikan benda-benda bersejarah China dan mendukung konsep "soft power" yang diterapkan China dalam kebijakan luar negerinya.

Ensiklopedia digital versi China itu akan mencakup lebih dari 300 ribu entri. Masing-masing entri tersusun dari seribu kata, demikian laporan Peoples Daily, Selasa.

Dengan demikian, maka ensiklopedia tersebut akan menjadi dua kali lebih besar dari Encyclopedia Brittannica.

Ensiklopedia daring tersebut juga akan mencakup 100 bidang disiplin dan akan dimasukkan hingga 2018.

"Ensiklopedia China ini bukan berbentuk buku, melainkan sebuah Budaya Tembok Besar," kata Yang Muzhi selaku kepala editor proyek tersebut kepada para peneliti senior dalam pertemuan yang digelar di Beijing pada bulan April 2017.

"China menghadapi tantangan dari setiap penjuru dunia maya. Oleh sebab itu, China harus punya ensiklopedia online sendiri yang bisa menggiring opini publik," katanya menambahkan.

Menurut Yang, ensiklopedia baru itu akan menjadi rival utama Wikipedia. Hal itu disebabkan tujuan dari proyek tersebut lebih diarahkan untuk mengungguli Wikipedia daripada hanya mengejar ratingnya.

"Masyarakat berpikir bahwa Wikipedia benar dan dapat dipercaya, padahal diklaim sebagai ensiklopedia bebas yang siapa pun dapat menyuntingnya. Ide tersebut memang menarik, namun kami memiliki kelompok penulis terbesar di dunia sehingga kami bisa mengerjakan yang lebih bagus lagi," ujar Yang.



Artikel Terkait
» Wapres Buka Peringatan Hari Pers Sedunia 2017
» Saat Ini Media Massa Jadi Sarana Perang Asimetris Asing dan Aseng
» Apakah Benar Era Jokowi Kebebasan Pers Makin Memburuk?
» 'Indonesia Butuh Kedaulatan Cyber untuk Bendung Radikalisme'



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
GFI Ingatkan 5 Poin Pesan Panglima TNI

Wapres Buka Peringatan Hari Pers Sedunia 2017

Top! Pelajar Indonesia Gelar Festival Budaya di Manchester

Kehadiran Kapal Induk Cina Terbaru Menuai Spekulasi

Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik

Kongres Ulama Perempuan di Cirebon Dihadiri oleh 15 Negara

Sekjen PBB Serukan Penyelesaian Politik bagi Krisis Yaman

China Luncurkan Kapal Induk Buatan Dalam Negeri

Pilkada Rasa Devide et Impera

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »