» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Media
10-05-2017
Wikipedia segera Disaingi Ensiklopedia Daring China

Lebih dari 20 ribu penulis dari sejumlah perguruan tinggi dan lembaga riset di seantero China menggarap proyek bersama menerbitkan ensiklopedia dalam jaringan (daring) yang dapat dipercaya.


Ensiklopedia tersebut merupakan upaya untuk mempromosikan benda-benda bersejarah China dan mendukung konsep "soft power" yang diterapkan China dalam kebijakan luar negerinya.

Ensiklopedia digital versi China itu akan mencakup lebih dari 300 ribu entri. Masing-masing entri tersusun dari seribu kata, demikian laporan Peoples Daily, Selasa.

Dengan demikian, maka ensiklopedia tersebut akan menjadi dua kali lebih besar dari Encyclopedia Brittannica.

Ensiklopedia daring tersebut juga akan mencakup 100 bidang disiplin dan akan dimasukkan hingga 2018.

"Ensiklopedia China ini bukan berbentuk buku, melainkan sebuah Budaya Tembok Besar," kata Yang Muzhi selaku kepala editor proyek tersebut kepada para peneliti senior dalam pertemuan yang digelar di Beijing pada bulan April 2017.

"China menghadapi tantangan dari setiap penjuru dunia maya. Oleh sebab itu, China harus punya ensiklopedia online sendiri yang bisa menggiring opini publik," katanya menambahkan.

Menurut Yang, ensiklopedia baru itu akan menjadi rival utama Wikipedia. Hal itu disebabkan tujuan dari proyek tersebut lebih diarahkan untuk mengungguli Wikipedia daripada hanya mengejar ratingnya.

"Masyarakat berpikir bahwa Wikipedia benar dan dapat dipercaya, padahal diklaim sebagai ensiklopedia bebas yang siapa pun dapat menyuntingnya. Ide tersebut memang menarik, namun kami memiliki kelompok penulis terbesar di dunia sehingga kami bisa mengerjakan yang lebih bagus lagi," ujar Yang.



Artikel Terkait
» Wapres Buka Peringatan Hari Pers Sedunia 2017
» Saat Ini Media Massa Jadi Sarana Perang Asimetris Asing dan Aseng
» Apakah Benar Era Jokowi Kebebasan Pers Makin Memburuk?
» 'Indonesia Butuh Kedaulatan Cyber untuk Bendung Radikalisme'



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »