» Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina » Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif » Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat » Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)


Asean
10-05-2017
ASEAN-Kanada Sepakat Perkuat UMKM dan Lindungi Pekerja Migran

Pengembangan ekonomi negara-negara ASEAN terus diperkuat dengan kerja sama bersama mitra. Kanada menjadi salah satu mitra khususnya untuk mengembangan usaha kecil.


Direktur Jenderal Kerja sama ASEAN Kementerian Luar RI Jose Tavares, menekankan pentingnya peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam pengembangan ekonomi negara-negara anggota ASEAN dan mengajak Kanada untuk meningkatkan inovasi digital bagi UMKM ASEAN.
 
Dalam kaitan ini, Kanada melalui 'Canada-OECD Project on ASEAN SMEs' senilai 12 juta dolar Kanada menegaskan komitmen terus membantu memberdayakan UMKM di negara-negara anggota ASEAN serta menyusun berbagai kebijakan dan program yang kondusif mendorong UMKM ASEAN masuk dalam rantai pasokan global.
 
Hal ini tercermin dalam Pertemuan Ke-14 ASEAN-Canada Dialogue yang diselenggarakan di Ottawa, Kanada, 8 Mei 2017. Kemitraan ASEAN-Kanada yang tahun ini berusia 40 tahun, kedepannya disepakati kedua belah pihak untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan perdagangan serta pemajuan HAM.
 
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia, mewakili ASEAN, juga menyambut baik inisiatif Kanada untuk menjajaki potensi dibentuknya Free Trade Agreement (FTA) ASEAN-Kanada di masa depan. Hal ini mengingat ASEAN merupakan mitra dagang terbesar ke-6 bagi Kanada dan nilai investasi Kanada ke ASEAN sebesar USD898 juta yang terus mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya
 
"Saat ini sedang dilakukan studi awal oleh Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) bersama pakar-pakar Kanada untuk studi kelayakan FTA ASEAN-Kanada," papar Tavares, dalam keterangan tertulis Kemenlu RI, yang diterima Metrotvnews.com, Selasa 9 Mei 2017.
 
"Hasil studi ini akan disampaikan pada pertemuan pejabat senior bidang ekonomi ASEAN-Kanada (SEOM) awal Juli 2017 dan diharapkan dapat disepakati tahun ini," lanjut Tavares.
 
Menanggapi isu kerja sama HAM yang diangkat Kanada, Indonesia menggarisbawahi  upaya pemajuan dan perlindungan HAM yang menjadi komitmen bersama ASEAN dan Kanada.
 
"ASEAN melihat Kanada sebagai mitra penting dalam mempromosikan HAM dan demokrasi di kawasan. ASEAN dan Kanada memiliki kesamaan pandangan dan  menaruh perhatian besar terhadap isu kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak, perdagangan orang serta  perlindungan pekerja migran," jelas Tavares.
 
"Upaya ASEAN memajukan dan melindungi hak-hak pekerja migran ASEAN diapresiasi Kanada yang direalisasikan melalui proyek senilai 5,5 juta dolar Kanada untuk mendukung dan melindungi hak-hak pekerja migran ASEAN sebagai implementasi pernyataan Perdana Menteri Justin Trudeau pada September 2016 lalu," ujar  Assistant Deputy Minister Asia-Pacific, Dr. Donald Bobiash, Ketua Delegasi Kanada yang juga mantan Dubes Kanada di Jakarta.
 
Selain isu-isu di atas, Pertemuan Ke-14 ASEAN-Kanada membahas pula berbagai bidang penguatan kerja sama antara ASEAN dan Kanada, seperti lingkungan ekonomi global, kontra-terosrisme/ekstremisme dan radikalisasi, konektivitas, perubahan iklim dan mitigasi bencana, serta rangkaian kegiatan untuk memperingati 40 tahun kemitraan ASEAN-Kanada termasuk undangan kepada PM Kanada Justin Trudeau pada KTT ASEAN mendatang.
 
Kerja sama kemitraan antara ASEAN dan Kanada telah dimulai sejak 1977 dan saat ini berstatus enhanced partnership yang setingkat dibawah 'strategic partnership' yang merupakan tingkat tertinggi dalam strata kemitraan di ASEAN.
 
"Kanada menyampaikan apresiasi terhadap kerja sama kemitraan ASEAN-Kanada yang telah berjalan dengan sangat baik selama 40 tahun dan berharap status kemitraan Kanada dapat terus ditingkatkan dimasa mendatang," tutup Bobiash.
 
Dialog ASEAN-Kanada 2017 dipimpin bersama Kanada serta Filipina sebagai Koordinator kemitraan ASEAN-Kanada. Untuk merayakan 40 tahun kemitraan ASEAN-Kanada ini Kanada membuat logo khusus yang sayembara terbukanya dimenangkan oleh peserta Indonesia Adi Kurnia dari Jember.



Artikel Terkait
» Myanmar Bantah terjadi Pembersihan Suku Rohingya
» Perselisihan Laut Cina Selatan Tantangan Bagi ASEAN
» RI Tidak Akan Bayar Tebusan kepada Abu Sayyaf
» Jika ASEAN Tak Bisa Satu Suara, Indonesia Harus Keluar
» Siaran Pers Terkait Kunjungan Jokowi ke Rusia dan KTT ASEAN-Rusia Sochi



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
GFI Ingatkan 5 Poin Pesan Panglima TNI

Wapres Buka Peringatan Hari Pers Sedunia 2017

Top! Pelajar Indonesia Gelar Festival Budaya di Manchester

Kehadiran Kapal Induk Cina Terbaru Menuai Spekulasi

Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik

Kongres Ulama Perempuan di Cirebon Dihadiri oleh 15 Negara

Sekjen PBB Serukan Penyelesaian Politik bagi Krisis Yaman

China Luncurkan Kapal Induk Buatan Dalam Negeri

Pilkada Rasa Devide et Impera

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »