» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Tick News
14-05-2017
Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif
Penulis : M. Arief Pranoto, Direktur Program Studi Geopolitik dan Kawasan Global Future Institute (GFI)

Tatkala teriakan dan/atau gugatan penghilangan pasal 156a KUHP justru berasal dari external, maka sesungguhnya fase balkanisasi nusantara bukannya baru dimulai, akan tetapi ia telah menginjak pada fase pematangan. Ya, jika pasal penistaan dihapus, bakal timbul konflik (horizontal) tak bertepi di Bumi Pertiwi. Ini yang diinginkan oleh kaum penjajah. Indonesia dipecah-pecah menjadi beberapa negara kecil berbasis agama dan/atau etnis. Nation state bubar, diganti ethnic state, religion state, corporate state, dan sebagainya. Inilah skema besarnya.


Silahkan cermati apa yang terjadi, mayoritas bangsa malah larut dalam skema yang tengah diremote oleh pemilik hajat. Data di Global Future Institute Jakarta menyebut, bahwa cita rasa terlezat dalam rangka balkanisasi di beberapa negara selain konflik antarmazhab (di Timur Tengah), juga menu-menu lokal yang bernuansa SARA sangat digemari. Kenapa? Karena selain kebhinnekaan yang relatif lestari, juga di Bumi Pertiwi ini tumbuh subur serta berkembang apa yang disebut "sentimen," baik sentimen kedaerahan, sentimen terhadap vigur (bahkan cenderung ke kultus individu) maupun sentimen agama, dan lain-lain.

Seyogianya elit penguasa dan rezim apapun di republik ini, harus menempatkan 'para perusak kebhinnekaan' sebagai musuh bersama (common enemy) --ini harus melalui perumusan secara riil serta komprehensif-- dan bukan dengan menciptakan musuh-musuh imajiner dan tidak pula dimunculkan ikon dan/atau pahlawan fiktif --secara sepihak-- seperti dalam komik atau filem-filem seperti superman, rambo, popeye, dan seterusnya.

Dalam bahasa sastra, balkanisasi sudah di depan pintu, sedang kita masih berdiskusi kian-kemari.

Paham?

 




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »