» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Diplomasi
24-05-2017
Indonesia-Swedia Sepakati Tiga Kerjasama Bilateral

Presiden Joko Widodo dan Raja Swedia, Karl ke-XVI Gustaf melakukan penandatanganan kerjasama bilateral. Setelah penandatanganan kerjasama bilateral, Presiden Joko Widodo dan Raja Gustaf melakukan pernyataan pers bersama.


Dalam kesempatan itu, turut hadir Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Mensesneg Pratikno, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Menlu Retno Marsudi, Menristek Dikti M. Nasir, Menhub Budi K. Sumadi, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Kepala Bekraf Triawan Munaf, dan Kepala BKPM Thomas K. Lembong.

Presiden Jokowi mengatakan bahwa Indonesia dan Swedia memiliki kesamaan di bidang politik luar negeri yang berperan aktif dalam pasukan perdamaian PBB untuk mendukung kemerdekaan negara Palestina.

"Di bidang politik, (Indonesia dan Swedia) terdapat banyak kesamaan posisi, termasuk terhadap isu Palestina," ujar Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (22/05).

Presiden Jokowi menambahkan, kunjungan Raja Swedia ke Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kerjasama. Apalagi, kedatangan Raja Swedia beserta Ratu Silvia melibatkan 35 pimpinan perusahaan asal Swedia yang berminat berinvestasi di Indonesia.

"Saya yakin masih banyak kerja sama ekonomi yang masih dapat ditingkatkan kedua negara. Misalnya pada bidang investasi, energi dan lingkungan hidup," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Indonesia sepakati tiga kerjasama di berbagai bidang dengan Swedia. Presiden jokowi pun menyambut baik penandatangan kerjasama antar pemerintah.

"Kerjasama bidang transportasi seperti bebas visa untuk diplomatik maupun dinas dan navigasi bandar udara, serta di bidang industri kreatif. Beberapa kerjasama juga ditandatangani secara terpisah, yaitu kerjasama di bidang inovasi, di bidang kewirausahaan, di bidang science park dan pembiayaan pendidikan,” tuturnya.

Ia mengakui, kunjungan pemerintah Swedia merupakan kehormatan dan bersejarah. Pertama kalinya seorang Kepala Negara Swedia datang berkunjung ke Tanah Air dalam sejarah 55 tahun hubungan bilateral.



Artikel Terkait
» Indonesia-Prancis Siap Kerjasama Kembangkan Vokasi dan IKM
» Peringatan ke-62 KAA akan Digelar Pekan Literasi
» Indonesia-Afrika Selatan Jajaki Kerja Sama Transportasi Udara dan KA
» Kedatangan Raja Salman dan Penandatangan Kerjasama 10 Bidang
» Indonesia Antispasi Arah Kebijakan Luar Negeri AS



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Pemerintah Pastikan Blokir Telegram

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »