» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Ekonomi dan Bisnis
27-05-2017
BI: Bom Kampung Melayu Tidak Ganggu Stabilitas Rupiah

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo berpendapat insiden teror bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur pada Rabu (23/5) lalu, tidak akan menurunkan kepercayaan investor asing dan tidak mengganggu stabilitas nilai tukar rupiah.


Menurut Agus di Jakarta, Jumat, investor dan berbagai pemangku kepentingan sudah dapat memahami kondisi sebenarnya mengenai fundamental ekonomi Indonesia yang terus membaik, meskipun ada gangguan keamanan atau politik.

"Kami lihat currency (nilai tukar) stabil. Di Indonesia, aspek ekonomi sudah bisa dipisahkan dengan aspek politik," ujar Agus.

Meskipun demikian, ia mengharapkan kondisi keamanan dapat segera pulih pasca-insiden bom bunuh diri pada Rabu lalu, terlebih umat muslim akan memasuki bulan Ramadan.

Pada Jumat siang, menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar (Jisdor), nilai tukar rupiah berada di Rp12.295 per dolar AS.

Di pasar antarbank di Jakarta Jumat pagi, rupiah sempat bergerak melemah 12 poin menjadi Rp13.293, dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.281 per dolar AS.

Namun, menurut Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada, laju mata uang rupiah tertahan lebih karena faktor dinamikan harga minyak mentah dunia.

"Harga minyak mentah dunia mempengaruhi mata uang berbasis komoditas, seperti rupiah," kata Reza.

Sementara, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat, menguat sebesar 9,92 poin seiring dengan pelaku pasar yang mulai melakukan aksi beli.

IHSG BEI dibuka naik 9,92 poin atau 0,17 persen menjadi 5.713,35 poin. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak menguat 2,49 poin (0,26 persen) menjadi 955,73 poin.



Artikel Terkait
» Iran Tingkatkan Pembelian Minyak Sawit Indonesia
» Harga Minyak Dunia Naik Didukung Laporan Persediaan AS
» PM Jepang Minta Raja Salman Dukung Aramco di Bursa efek Tokyo
» Kunjungan Wisatawan Asing Melonjak 26,6 Persen
» Impor Pangan Meningkat, Program Swasembada Pangan Tersendat
» Alasan Kenapa Cina Gerah Ketika Trump Pilih Navarro



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »