» Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia » AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang » Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia


Amerika
27-05-2017
Oleh: Jaya Suprana *)
Trump Sukses Jual Senjata Ke Arab Saudi
ALKISAH, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump melakukan perjalanan ke luar negeri untuk pertama kali dan negara pertama yang dikunjungi adalah Arab Saudi.
 

20 Mei 2017 di Riyadh,  Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Presiden John Donald Trump secara resmi menandatangani kontrak penjualan senjata buatan Amerika Serikat ke Arab Saudi dengan nilai bukan alang kepalang yaitu 350 miliar dolar AS atau lebih dari Rp 4,5 kuadriliun dalam lingkup waktu 10 tahun.
 
Dari kontrak gigantis itu sekitar 110 miliar dolar AS (sekitar Rp 1,4 kuadriliu) langsung digunakan Arab Saudi untuk membeli senjata buatan USA. The US Department of State resmi menyatakan"
 
"This package of defense equipment and services supports the long-term security of Saudi Arabia and the Gulf region in the face of malign Iranian influence and Iranian related threats. Additionally, it bolsters the Kingdom's ability to provide for its own security and continue contributing to counterterrorism operations across the region, reducing the burden on US military forces. This package demonstrates the United States’ commitment to our partnership with Saudi Arabia, while also expanding opportunities for American companies in the region and potentially supports tens of thousands of new jobs in the United States,”.
 
(Paket peralatan dan jasa pertahanan demi dalam jangka panjang mendukung keamanan Arab Saudi dan kawasan Teluk menghadapi pengaruh dan ancaman Iran. Di samping memperkuat kemampuan kerajaan (Arab Saudi) untuk mandiri dalam pertahanan dan melanjutkan kontribusi melawan terorisme di kawasan Teluk sekaligus mengurangi beban bagi militer Amerika Serikat. Paket ini membuktikan komitmen AS untuk menjalin persahabatan dengan Arab Saudi sementara juga memperluas kemungkinan bisnis perusahaan-perusahaan AS di kawasan Teluk serta membuka puluhan ribu lapangan kerja baru bagi rakyat Amerika Serikat).
 
Silakan melihat perjanjian jual senjata AS ke Saudi Arabia dari berbagai sudut pandang. Selama melihat masih diakui PBB sebagai hak asasi manusia maka saya pribadi memberanikan diri untuk melihat suatu fenomena yang mengungkap fakta mengenai betapa besar peran industri senjata Amerika Serikat dalam mempengaruhi bahkan menentukan suasana kemelut geopolitik di planet bumi masa kini.
 
AS mengejawantahkan semangat imperialisme bukan melalui todongan senjata seperti di era kolonialisme masa lalu namun melalui penjualan senjata di era globalisme masa kini.
 
Di samping dengan penuh rasa kagum, saya juga melihat fakta keberhasilan Donald Trump menjual senjata dengan nilai bukan alang kepalang dahsyat merupakan bukti tak terbantahkan bahwa Donald Trump memang seorang pengusaha tulen yang mampu menjual produk apapun yang ingin dijual oleh dirinya. Bahwa Donald Trump menang pilpres AS 2016 merupakan bukti keberhasilan pengusaha ulung ini sukses menjual dirinya sendiri.
 
Namun tentu saja dapat diyakini bahwa dalam bersemangat melakukan penjualan, Trump sebagai warga AS yang cinta AS sebagai negaranya sendiri pasti tidak akan khilaf sampai lupa daratan menjual negaranya sendiri. [***]
 
*) Penulis adalah pembelajar geopolitik planet bumi masa kini
 



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak
Kalau benar manuver diplomatik AS melalui DK-PBB tersebut dimaksudkan untuk mengajak seluruh dunia mengisolasi dan mengembargo Korea Utara, lantas bagaimana sikap Indonesia? ...

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara

Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia

AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang

Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Turki Dukung RI Jadi Anggota DK PBB

Dibalik Sukses Pengendalian Harga-harga Pangan pada Idul Fitri 2017

Freeport: Memperpanjang Pelecehan dan "Freedom of Looting"

Arab Saudi dan Sekutu Beri Tambahan Waktu Dua Hari kepada Qatar

TNI Belum Berencana Kirim Pasukan ke Marawi

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »